“
Pengantar Bisnis “
Nama
: Hanum Titipratiwi
Kelas
: 1EB13
NPM
: 23215045
Universitas
Gunadarma
Fakultas
Ekonomi
PTA
2015/2016
KATA
PENGANTAR
Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Penulis bersyukur kepada ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
Pengantar Bisnis.
Penulis menyadari akan kodrat sebagai
manusia yang tak luput dari kesalahan, kekurangan, kekhilafan. Oleh karena itu
tanpa bantuan dari berbagai pihak tentunya penulis akan mengalami kesulitan dan
hambatan. Oleh karena itu dengan tanpa mengurangi arti bantuan material maupun
moral dari berbagai pihak, maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini. Karena dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya.
Harapan penulis, kiranya penulisan ini
dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan, khususnya para mahasiswa
yang mengambil mata kuliah Pengantar Bisnis. Akhir kata penulis mohon maaf apabila
ada kesalahan dan penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun penulis
untuk penulisan makalah yang akan datang.
Jakarta, november 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………I
DAFTAR ISI………………………………………………………….....II
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………….2
1.3 Tujuan Masalah……………………………………….....................2
1.4 Manfaat Penulisan………………………………………………… 2
1.5 Metode Penulisan…………………………………………………. 3
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Organisasi……………………………………………...4
2.2 Bentuk - bentuk
Struktur Organisasi………………………………7
2.3 Perbedaan antara Struktur Organisasi Garis,
garis & staff serta fungsional…...............................................................8
garis & staff serta fungsional…...............................................................8
2.4 Alasan timbulnya organisasi informal dalam
perusahaan………....13
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………..14
3.2 Saran………………………………………………………………15
REFERENSI
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan
wadah kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai
tujuan. Organisasi atau perusahaan harus mampu mengelola manajemennya untuk
memenangkan persaingan pada era yang serba kompetitif supaya dapat bertahan
untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan perusahaan.
Setiap perusahaan, baik yang bergerak dibidang produksi,
jasa maupun industri, pada umumnya memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan.
Supaya dapat mencapai tujuan itu, perusahaan memerlukan sistem manajemen
efektif yang akan menunjang jalannya operasi perusahaan secara terus-menerus
dan tingkat efektivitas kerja karyawan juga perlu diperhatikan.
Perusahaan memiliki beberapa bagian pada umumnya, yakni
bagian pemasaran, bagian keuangan, bagian produksi, bagian sumber daya manusia,
dan bagian administrasi. Masing-masing bagian tersebut melaksanakan kegiatan
yang berbeda tetapi saling berhubungan satu sama lain. Tingkat kegiatan yang dilaksanakan
perusahaan akan mengalami perubahan dari suatu periode ke periode berikutnya.
Adanya perubahan tersebut mengharuskan manajemen mengadakan koordinasi dalam
suatu perusahaan dan menciptakan wadah yang merupakan alat komunikasi antar
bagian yaitu struktur organisasi.
1.2 Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah dalam pembahasan makalah ini adalah :
1. Apa
pengertian Organisasi ?
2. Sebutkan
bentuk – bentuk Struktur Organisasi ?
4. Apa
alasan timbulnya organisasi informal dalam perusahaan ?
1.3 Tujuan
Penulisan
Tujuan
penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Untuk
memberikan informasi kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya tentang materi
Pengantar Bisnis.
Ø Untuk
memenuhi dan melengkapi tugas Pengantar Bisnis yang bermuatan softskill.
1.4 Manfaat
Penulisan
Manfaat
penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Agar
mahasiswa dapat mengenal dan memahami tentang organisasi
Ø Agar
menambah wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya
mengenai organisasi
Untuk
mendapatkan data sebagai bahan untuk menyusun dan membuat makalah ini, maka
penulis menggunakan metode keperpustakaan, yaitu :
Ø Penulis
mencari berbagai referensi buku sebagai sumber penulis untuk membuat makalah
ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Organisasi
Banyak
definisi dan pengertian mengenai organisasi yang dikemukakan oleh para ahli
dengan sudut pandangan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa definisi
atau pengertian organisasi yang dikemukakan oleh para ahli.
Menurut
Stephen P. Robbins, (2001), organisasi merupakan gabungan unit sosial yang
mempunyai anggota dua orang atau lebih yang dikoordinasikan untuk mencapai sejumlah
tujuan.
Menurut
Edgar H. Schein (2002), organisasi merupakan koordinasi sejumlah kegiatan
manusia yang telah direncanakan untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu
bersama melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang
dan tanggung jawab.
Gibson
(1997), menjelaskan bahwa pengertian organisasi merupakan satu kesatuan yang
memungkinkan masyarakat mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dicapai melalui
tindakan individu secara terpisah.
Selain
istilah organisasi, istilah yang dekat dengan organisasi adalah
pengorganisasian. Pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan
hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua
pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada satu tujuan.
Dalam
suatu organisasi terdapat hubungan informal dan hubungan formal. Hubungan
informal menyangkut hubungan manusiawi, di luar dinas atau bersifat tidak resmi.
Sedangkan hubungan formal merupakan bentuk hubungan yang sengaja, secara resmi
(kedinasan). Biasanya ditunjukkan dengan suatu bagan organisasi.
- Tanggung Jawab
Hal
ini merupakan kewajiban individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Barangkali
bisa diarahkan terjadinya spesialisasi dalam bekerja.
- Wewenang
Maksudnya
adalah hak untuk mengambil keputusan mengenai apa yang dijalankan oleh
seseorang dan merupakan hak untuk meminta kepada orang lain untuk melakukan
sesuatu. Sebaiknya wewenang harus seimbang dengan tanggung jawab yang
dipikulnya.
- Pertanggungjawaban
Apabila
wewenang berasal dari pimpinan yaitu alirannya dari atas ke bawah, maka
pertanggungjawaban ini berasal dari bawah ke atas. Di sini pertanggungjawaban
merupakan laporan hasil kerja dari bawahan kepada yang berwenang (atasan).
Salah
satu tujuan utama mengorganisasi adalah untuk mempermudah, maka melaksanakan
tugas; membantu suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang kecil. Di samping
itu juga untuk mempermudah pimpinan dalam melaksanakan tugas pengawasan. Dengan
mengorganisasi dapat ditentukan orang yang dibutuhkan untuk memangku
tugas-tugas yang telah dibagi-bagi itu.
Langkah-langkah
dalam pengorganisasian adalah sebagai berikut :
- Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
- Membagi beban kerja ke dalam aktivita-aktivitas yang secara logis dan menyenangkan dapat dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang.
- Mengombinasikan pekerjaan anggota perusahaan dalam cara yang logis dan efisien.
- Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam suatu keputusan yang harmonis.
- Memantau efektivitas organisasi dan pengambilan langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan dan meningkatkan efektivitas. Di sini diperlukan penilaian ulang terhadap keempat langkah terdahulu itu secara berkala.
2.2 Bentuk – bentuk Struktur Organisasi
Struktur
Organisasi ialah pola formal tentang bagaimana orang dan pekerjaan dikelompokkan.
Struktur sering digambarkan dengan suatu bagan organisasi. Proses organisasi
berkenaan dengan aktivitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi itu.
Komunikasi, pengambilan keputusan, evaluasi prestasi kerja, sosialisasi, dan
pengembangan karier adalah proses organisasi seperti gangguan komunikasi,
pengambilan keputusan, atau evalusi prestasi kerja disusun secara kurang baik,
dapat menghasilkan pengertian yang lebih tepat dari perilaku organisasi
dibandingkan dengan hanya mengkaji tatanan struktural.
Dari segi wewenang, tanggung jawab dan
hubungan kerja, dikenal adanya tiga bentuk organisasi yaitu : (Sarwoto, 2002)
1. Organisasi
garis
2. Organisasi
garis dan staff
3. Organisasi
fungsional
Ø Organisasi Garis
Ø Organisasi Garis dan Staff
Tipe
organisasi garis dan staff pada umumnya digunakan untuk organisasi yang besar.
Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam
serta rumit.
Ø Organisasi Fungsional
Pada
umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat
dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.
2.3 Perbedaan
antara Struktur Organisasi Garis, garis & staff, serta fungsional
Tipe Organisasi
Dari segi wewenang, tanggung jawab dan
hubungan kerja, dikenal adanya tiga bentuk organisasi yaitu : (Sarwoto, 2002)
1. Organisasi
garis
2. Organisasi
garis dan staff
3. Organisasi
fungsional
Ø Organisasi Garis
Tipe organisasi yang
tertua dan paling sederhana. Dalam organisasi garis tugas-tugas perencanaan
pengendalian dan pengawasan berada di satu tangan garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan
kepada bawahan.
Ø Organisasi Garis dan Staff
Tipe
organisasi garis dan staff pada umumnya digunakan untuk organisasi yang besar.
Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam
serta rumit.
Terdapat
tiga komponen utama dalam organisasi garis dan staff, yaitu:
1.
Pimpinan
: yang
mengendalikan dan bertanggung jawab atas kelancaran organisasi dalam arti
menentukan tujuan, menetapkan kebijakan dan mengambil keputusan.
2.
Pembantu
pimpinan atau staff : yaitu yang membantu pimpinan dalam
perencanaan dan pengendalian. Pada organisasi garis dan staff yang besar
terdiri dari dua kelompok yaitu :
a. Staff
koordinasi atau biasa disebut “staff umum” , yaitu kelompok staff yang membantu
pimpinan dalam perencanaan dan pengawasan serta setiap saat memberikan
nasihat-nasihat kepada pimpinan, diminta atau tidak diminta.
b. Staff
teknikatau bisa juga disebut “staff khusus” , yaitu kelompok staff yang
memberikan pelayanan atau jasa-jasa kepada komponen pelaksanaan untuk
pelaksanaan tugasnya.
3.
Pelaksanaan
: yaitu
komponen organisasi yang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dari
atas.
Dalam
organisasi garis dan staff, secara formal yang berhak memberikan perintah
hanyalah pimpinan, sedang staff hanyalah sebagai membantu pimpinan dengan tugas
perencanaan, memberikan nasihat dan lain-lain yang serupa dengan itu. Tetapi
dalam organisasimyang besar mempunyai ruang lingkup tugas yang luas, beraneka
ragam, dan kompleks, tidak mungkin lagi bagi seorang pimpinan mengambil
keputusan dalam segala hal, oleh karena itu pimpinan mendelegasikan beberapa
wewenangnya kepada staff sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam hal demikian
staff menandatangani keputusan, perintah, instruksi, dan lain-lain atas nama
pimpinan.
Lazimnya
dalam organisasi garis dan staff yang besar staff umumnya memberikan nasihat
kepada para pelaksana dan melakukan pengawasan staff, sedang staff khusus
memberikan petunjuk-petunjuk teknik menurut bidangnya masing-masing.
Secara skematik, organisasi garis
dan staff sebagai berikut :
-----Line
Authority
-----Staff
Authority
Ø Organisasi Fungsional
Pada umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.
Organisasi
fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang pembidangan
tugasnya dapat digariskan secara tegas, umpamanya unit produksi, unit
pemasaran, unit keuangan, dan lain-lain yang walaupun saling bersangkut-paut,
namun bidang kegiatannya jelas berbeda.
2.4 Alasan timbulnya organisasi informal dalam perusahaan
Istilah
organisasi informal menunjuk pada pola koordinasi yang lahir di kalangan
anggota-anggota organisasi formal yang tidak ada dalam cetak biru. Cetak biru
organisasi hanya memerlukan koordinasi dari kegiatan-kegiatan tertentu. Tetapi,
karena berbagai alasan, manusia-manusia yang menjalankan peranan organisasi
jarang membatasi diri hanya untuk berprestasi dalam kegiatan-kegiatannya. Dua
orang pekerja dalam suatu lini hanya diwajibkan mengerjakan tugas mereka; namun
mereka dapat saja berkomunikasi dengan atasan mereka, dan dengan berbagai cara
menciptakan hubungan di luar hubungan formal yang diperlukan. Hubungan demikian
itu cenderung muncul di dalam setiap organisasi formal.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Selain
istilah organisasi, istilah yang dekat dengan organisasi adalah
pengorganisasian. Pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan
hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua
pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada satu tujuan.
Dalam
suatu organisasi terdapat hubungan informal dan hubungan formal. Hubungan
informal menyangkut hubungan manusiawi, di luar dinas atau bersifat tidak
resmi. Sedangkan hubungan formal merupakan bentuk hubungan yang sengaja, secara
resmi (kedinasan). Biasanya ditunjukkan dengan suatu bagan organisasi.
Salah
satu tujuan utama mengorganisasi adalah untuk mempermudah, maka melaksanakan
tugas; membantu suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang kecil. Di
samping itu juga untuk mempermudah pimpinan dalam melaksanakan tugas
pengawasan. Dengan mengorganisasi dapat ditentukan orang yang dibutuhkan untuk
memangku tugas-tugas yang telah dibagi-bagi itu.
Pada
dasarnya manusia dilahirkan dan hidup dalam organisasi, dididik oleh
organisasi, dan hampir semua manusia mempergunakan waktu hidupnya bekerja untuk
sebuah organisasi. Demikian pula manusia bakal mati di dalam suatu organisasi
dan ketika sampai ke saat pemakaman, organisasi masih tetap memegang peranan.
(Amitasi Etzioni, 1999).
3.2 Saran
Adapun
saran yang penulis berikan kepada pembaca, diantaranya :
Ø Para
pembaca dapat memahami dan mengenal lebih dalam pentingnya organisasi
Demikian
kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis kemukakan. Semoga kesimpulan dan
saran-saran tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Dan penulis
mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangannya.
REFERENSI
- Pandji Anoraga, S.E., M.M. (2011). Pengantar Bisnis, Jakarta, PT RINEKA CIPTA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar