Rabu, 04 November 2015

Organisasi




“ Pengantar Bisnis “









Nama : Hanum Titipratiwi

Kelas : 1EB13

NPM : 23215045



Universitas Gunadarma 

Fakultas Ekonomi

PTA 2015/2016




KATA PENGANTAR


          Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Penulis bersyukur kepada ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Pengantar Bisnis.
          Penulis menyadari akan kodrat sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, kekurangan, kekhilafan. Oleh karena itu tanpa bantuan dari berbagai pihak tentunya penulis akan mengalami kesulitan dan hambatan. Oleh karena itu dengan tanpa mengurangi arti bantuan material maupun moral dari berbagai pihak, maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Karena dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.
          Harapan penulis, kiranya penulisan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan, khususnya para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengantar Bisnis. Akhir kata penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dan penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun penulis untuk penulisan makalah yang akan datang.

Jakarta,  november 2015


                                                                                                Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………I
DAFTAR ISI………………………………………………………….....II

BAB I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah……………………………………………1 
1.2  Rumusan Masalah………………………………………………….2
1.3  Tujuan Masalah……………………………………….....................2
1.4  Manfaat Penulisan………………………………………………… 2
1.5  Metode Penulisan…………………………………………………. 3

BAB II. PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Organisasi……………………………………………...4
2.2  Bentuk - bentuk Struktur Organisasi………………………………7
2.3  Perbedaan antara Struktur Organisasi Garis, 
garis & staff serta fungsional…...............................................................8
2.4  Alasan timbulnya organisasi informal dalam perusahaan………....13

BAB III. PENUTUP
3.1  Kesimpulan………………………………………………………..14
3.2  Saran………………………………………………………………15

REFERENSI



BAB I


PENDAHULUAN




        1.1   Latar Belakang Masalah

Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan wadah kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan. Organisasi atau perusahaan harus mampu mengelola manajemennya untuk memenangkan persaingan pada era yang serba kompetitif supaya dapat bertahan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan perusahaan.
Setiap perusahaan, baik yang bergerak dibidang produksi, jasa maupun industri, pada umumnya memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan. Supaya dapat mencapai tujuan itu, perusahaan memerlukan sistem manajemen efektif yang akan menunjang jalannya operasi perusahaan secara terus-menerus dan tingkat efektivitas kerja karyawan juga perlu diperhatikan.
Perusahaan memiliki beberapa bagian pada umumnya, yakni bagian pemasaran, bagian keuangan, bagian produksi, bagian sumber daya manusia, dan bagian administrasi. Masing-masing bagian tersebut melaksanakan kegiatan yang berbeda tetapi saling berhubungan satu sama lain. Tingkat kegiatan yang dilaksanakan perusahaan akan mengalami perubahan dari suatu periode ke periode berikutnya. Adanya perubahan tersebut mengharuskan manajemen mengadakan koordinasi dalam suatu perusahaan dan menciptakan wadah yang merupakan alat komunikasi antar bagian yaitu struktur organisasi.

                               1.2   Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam pembahasan makalah ini adalah :
          1.  Apa pengertian Organisasi ?
          2.  Sebutkan bentuk – bentuk Struktur Organisasi ?
         3.  Apa perbedaan antara struktur organisasi garis, garis & staff, serta fungsional?
         4.  Apa alasan timbulnya organisasi informal dalam perusahaan ?

                                1.3   Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Untuk memberikan informasi kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya tentang materi Pengantar Bisnis.
Ø Untuk memenuhi dan melengkapi tugas Pengantar Bisnis yang bermuatan softskill. 
1.4   Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Agar mahasiswa dapat mengenal dan memahami tentang organisasi
Ø Agar menambah wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya mengenai organisasi

         1.5   Metode Penulisan

Untuk mendapatkan data sebagai bahan untuk menyusun dan membuat makalah ini, maka penulis menggunakan metode keperpustakaan, yaitu :

Ø Penulis mencari berbagai referensi buku sebagai sumber penulis untuk membuat makalah ini.






BAB II

 
PEMBAHASAN



  2.1   Pengertian Organisasi

Banyak definisi dan pengertian mengenai organisasi yang dikemukakan oleh para ahli dengan sudut pandangan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa definisi atau pengertian organisasi yang dikemukakan oleh para ahli.
Menurut Stephen P. Robbins, (2001), organisasi merupakan gabungan unit sosial yang mempunyai anggota dua orang atau lebih yang dikoordinasikan untuk mencapai sejumlah tujuan.
Menurut Edgar H. Schein (2002), organisasi merupakan koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang telah direncanakan untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu bersama melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawab.
Gibson (1997), menjelaskan bahwa pengertian organisasi merupakan satu kesatuan yang memungkinkan masyarakat mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dicapai melalui tindakan individu secara terpisah.
Selain istilah organisasi, istilah yang dekat dengan organisasi adalah pengorganisasian. Pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada satu tujuan.
Dalam suatu organisasi terdapat hubungan informal dan hubungan formal. Hubungan informal menyangkut hubungan manusiawi, di luar dinas atau bersifat tidak resmi. Sedangkan hubungan formal merupakan bentuk hubungan yang sengaja, secara resmi (kedinasan). Biasanya ditunjukkan dengan suatu bagan organisasi. 

Ada 3 (tiga) hubungan dasar dalam hubungan formal itu :
  •    Tanggung Jawab
Hal ini merupakan kewajiban individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Barangkali bisa diarahkan terjadinya spesialisasi dalam bekerja.
  •      Wewenang
Maksudnya adalah hak untuk mengambil keputusan mengenai apa yang dijalankan oleh seseorang dan merupakan hak untuk meminta kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Sebaiknya wewenang harus seimbang dengan tanggung jawab yang dipikulnya.
  •        Pertanggungjawaban
Apabila wewenang berasal dari pimpinan yaitu alirannya dari atas ke bawah, maka pertanggungjawaban ini berasal dari bawah ke atas. Di sini pertanggungjawaban merupakan laporan hasil kerja dari bawahan kepada yang berwenang (atasan).

Salah satu tujuan utama mengorganisasi adalah untuk mempermudah, maka melaksanakan tugas; membantu suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang kecil. Di samping itu juga untuk mempermudah pimpinan dalam melaksanakan tugas pengawasan. Dengan mengorganisasi dapat ditentukan orang yang dibutuhkan untuk memangku tugas-tugas yang telah dibagi-bagi itu.

Langkah-langkah dalam pengorganisasian adalah sebagai berikut :

  • Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Membagi beban kerja ke dalam aktivita-aktivitas yang secara logis dan menyenangkan dapat dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang.
  • Mengombinasikan pekerjaan anggota perusahaan dalam cara yang logis dan efisien.
  • Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam suatu keputusan yang harmonis.
  • Memantau efektivitas organisasi dan pengambilan langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan dan meningkatkan efektivitas. Di sini diperlukan penilaian ulang terhadap keempat langkah terdahulu itu secara berkala.



       2.2   Bentuk – bentuk Struktur Organisasi

Struktur Organisasi ialah pola formal tentang bagaimana orang dan pekerjaan dikelompokkan. Struktur sering digambarkan dengan suatu bagan organisasi. Proses organisasi berkenaan dengan aktivitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi itu. Komunikasi, pengambilan keputusan, evaluasi prestasi kerja, sosialisasi, dan pengembangan karier adalah proses organisasi seperti gangguan komunikasi, pengambilan keputusan, atau evalusi prestasi kerja disusun secara kurang baik, dapat menghasilkan pengertian yang lebih tepat dari perilaku organisasi dibandingkan dengan hanya mengkaji tatanan struktural.
          Dari segi wewenang, tanggung jawab dan hubungan kerja, dikenal adanya tiga bentuk organisasi yaitu : (Sarwoto, 2002) 
1.  Organisasi garis
2.  Organisasi garis dan staff
          3.  Organisasi fungsional
 


Ø Organisasi Garis 

Tipe organisasi yang tertua dan paling sederhana. Dalam organisasi garis tugas-tugas perencanaan pengendalian dan pengawasan berada di satu tangan garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan kepada bawahan.

Ø Organisasi Garis dan Staff
         
Tipe organisasi garis dan staff pada umumnya digunakan untuk organisasi yang besar. Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit.
Ø Organisasi Fungsional
Pada umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah     organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.
         

                   2.3   Perbedaan antara Struktur Organisasi Garis, garis & staff,  serta fungsional

Tipe Organisasi
          Dari segi wewenang, tanggung jawab dan hubungan kerja, dikenal adanya tiga bentuk organisasi yaitu : (Sarwoto, 2002)
          1.  Organisasi garis
          2.  Organisasi garis dan staff
          3.  Organisasi fungsional

Ø Organisasi Garis
Tipe organisasi yang tertua dan paling sederhana. Dalam organisasi garis tugas-tugas perencanaan pengendalian dan pengawasan berada di satu tangan garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan kepada bawahan.
  
Ø Organisasi Garis dan Staff
Tipe organisasi garis dan staff pada umumnya digunakan untuk organisasi yang besar. Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit.
Terdapat tiga komponen utama dalam organisasi garis dan staff, yaitu:

1.     Pimpinan : yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas kelancaran organisasi dalam arti menentukan tujuan, menetapkan kebijakan dan mengambil keputusan.
2.     Pembantu pimpinan atau staff : yaitu yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengendalian. Pada organisasi garis dan staff yang besar terdiri dari dua kelompok yaitu :
a.     Staff koordinasi atau biasa disebut “staff umum” , yaitu kelompok staff yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengawasan serta setiap saat memberikan nasihat-nasihat kepada pimpinan, diminta atau tidak diminta.
b.     Staff teknikatau bisa juga disebut “staff khusus” , yaitu kelompok staff yang memberikan pelayanan atau jasa-jasa kepada komponen pelaksanaan untuk pelaksanaan tugasnya.
3.     Pelaksanaan : yaitu komponen organisasi yang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dari atas.

Dalam organisasi garis dan staff, secara formal yang berhak memberikan perintah hanyalah pimpinan, sedang staff hanyalah sebagai membantu pimpinan dengan tugas perencanaan, memberikan nasihat dan lain-lain yang serupa dengan itu. Tetapi dalam organisasimyang besar mempunyai ruang lingkup tugas yang luas, beraneka ragam, dan kompleks, tidak mungkin lagi bagi seorang pimpinan mengambil keputusan dalam segala hal, oleh karena itu pimpinan mendelegasikan beberapa wewenangnya kepada staff sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam hal demikian staff menandatangani keputusan, perintah, instruksi, dan lain-lain atas nama pimpinan.
Lazimnya dalam organisasi garis dan staff yang besar staff umumnya memberikan nasihat kepada para pelaksana dan melakukan pengawasan staff, sedang staff khusus memberikan petunjuk-petunjuk teknik menurut bidangnya masing-masing.
 
Secara skematik, organisasi garis dan staff sebagai berikut :

-----Line Authority
-----Staff Authority

Ø Organisasi Fungsional

Pada umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.
 
Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang pembidangan tugasnya dapat digariskan secara tegas, umpamanya unit produksi, unit pemasaran, unit keuangan, dan lain-lain yang walaupun saling bersangkut-paut, namun bidang kegiatannya jelas berbeda.

 2.4   Alasan timbulnya organisasi informal dalam perusahaan

Istilah organisasi informal menunjuk pada pola koordinasi yang lahir di kalangan anggota-anggota organisasi formal yang tidak ada dalam cetak biru. Cetak biru organisasi hanya memerlukan koordinasi dari kegiatan-kegiatan tertentu. Tetapi, karena berbagai alasan, manusia-manusia yang menjalankan peranan organisasi jarang membatasi diri hanya untuk berprestasi dalam kegiatan-kegiatannya. Dua orang pekerja dalam suatu lini hanya diwajibkan mengerjakan tugas mereka; namun mereka dapat saja berkomunikasi dengan atasan mereka, dan dengan berbagai cara menciptakan hubungan di luar hubungan formal yang diperlukan. Hubungan demikian itu cenderung muncul di dalam setiap organisasi formal.




BAB III



PENUTUP


                        3.1   Kesimpulan

Selain istilah organisasi, istilah yang dekat dengan organisasi adalah pengorganisasian. Pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada satu tujuan.
Dalam suatu organisasi terdapat hubungan informal dan hubungan formal. Hubungan informal menyangkut hubungan manusiawi, di luar dinas atau bersifat tidak resmi. Sedangkan hubungan formal merupakan bentuk hubungan yang sengaja, secara resmi (kedinasan). Biasanya ditunjukkan dengan suatu bagan organisasi.
Salah satu tujuan utama mengorganisasi adalah untuk mempermudah, maka melaksanakan tugas; membantu suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang kecil. Di samping itu juga untuk mempermudah pimpinan dalam melaksanakan tugas pengawasan. Dengan mengorganisasi dapat ditentukan orang yang dibutuhkan untuk memangku tugas-tugas yang telah dibagi-bagi itu.
Pada dasarnya manusia dilahirkan dan hidup dalam organisasi, dididik oleh organisasi, dan hampir semua manusia mempergunakan waktu hidupnya bekerja untuk sebuah organisasi. Demikian pula manusia bakal mati di dalam suatu organisasi dan ketika sampai ke saat pemakaman, organisasi masih tetap memegang peranan. (Amitasi Etzioni, 1999).


  3.2   Saran

Adapun saran yang penulis berikan kepada pembaca, diantaranya :

Ø Para pembaca dapat memahami dan mengenal lebih dalam pentingnya  organisasi
Ø Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa mulailah belajar berorganisasi secara tekun
Demikian kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis kemukakan. Semoga kesimpulan dan saran-saran tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Dan penulis mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangannya.








REFERENSI

  •      Pandji Anoraga, S.E., M.M. (2011). Pengantar Bisnis, Jakarta, PT RINEKA CIPTA.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar