“ Pengantar Bisnis “

Nama : Hanum
Titipratiwi
Kelas : 1EB13
NPM : 23215045
Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
PTA 2015/2016
KATA
PENGANTAR
Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Penulis bersyukur kepada ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
Pengantar Bisnis.
Penulis menyadari akan kodrat sebagai
manusia yang tak luput dari kesalahan, kekurangan, kekhilafan. Oleh karena itu
tanpa bantuan dari berbagai pihak tentunya penulis akan mengalami kesulitan dan
hambatan. Oleh karena itu dengan tanpa mengurangi arti bantuan material maupun
moral dari berbagai pihak, maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini. Karena dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya.
Harapan penulis, kiranya penulisan ini
dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan, khususnya para mahasiswa
yang mengambil mata kuliah Pengantar Bisnis. Akhir kata penulis mohon maaf apabila
ada kesalahan dan penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun penulis
untuk penulisan makalah yang akan datang.
Jakarta, november 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………..I
DAFTAR ISI……………………………………………………………II
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………… 2
1.3 Tujuan Masalah…………………………………………………… 3
1.4 Manfaat Penulisan……………………………………………….... 3
1.5 Metode Penulisan………………………………………………… 3
BAB II. PEMBAHASAN
Manajemen kantor dan Informasi
2.1 Definisi Tata
Kerja…………………………………………………4
2.2 Prosedur
Kerja…………………………………………………….. 5
2.3 Pedoman Kerja……………………………………………………..7
2.4 Cara Menyusun buku Pedoman
Kerja……………………………..10
2.5 Manfaat ditetapkannya tata kerja, prosedur
kerja dan
buku pedoman kerja………………………………………………..12
Kualifikasi
dan kebutuhan sekretaris dalam bisnis
2.6 Pentingnya sekretaris dalam bisnis………………………………. 13
2.7 Kualifikasi sekretaris…………………………………………….. 16
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………… 18
3.2 Saran……………………………………………………………. 20
REFERENSI
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perusahaan ebagai pemberi kerja memiliki
harapan-harapan tertentu terhadap karyawan atau pegawai yang dipekerjaannya.
Untuk memenuhi harapan-harapan tersebut perusahaan memberikan berbagai
peraturan yang harus ditaati oleh karyawan. Namun demikian, walaupun sudah
peraturan masih ada saja karyawan yang bertindak di luar peraturan tersebut
sehingga bisa merusak kelancaran bisnis, misalnya menciptakan suasana yang
tidak nyaman bagi rekan kerja atau pelanggan.
Salah satu cara untuk memperjelas apa
yang menjadi tujuan atau harapkan perusahaan adalah dengan membuat peraturan
secara tertulis. Dengan membuat peraturan kerja secara tertulis dan disepakati
kedua belah pihak tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan dan karyawan
dapat diatasi dengan lebih baik. Peraturan tersebut bisa berbentuk pedoman,
prosedur dan aturan kerja di perusahaan.
Dalam perusahaan manapun ada pedoman
kerja, prosedur, aturan kerja, ketentuan, atau perjanjian-perjanjian, yang
kesemuanya pada dasarnya mengatur tentang hak dan kewajiban secara timbal-balik
antara perusahaan dengan karyawannya. Pedoman kerja, prosedur, aturan kerja dan
ketentuan
lainnya
disusun dengan memperhatikan keseimbangan antara hak dan kewajiban
masing-masing pihak. Keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan suatu
tuntunan yang perlu terus diwujudkan karena jika hal ini tidak terwujud akan
menimbulkan gangguan yang pada akhirnya akan berdampak negative terhadap
kelangsungan hidup perusahaan.
Keseimbangan antara hak dan kewajiban
menuntut adanya kejelasan mengenai hak dan kewajiban dari masing-masing pihak
dalam perusahaan. Karyawan harus mendapat pekerjaan sesuai dengan kemampuan,
keahlian, perlakuan yang adil dan manusiawi, keamanan di tempat kerja, gaji
yang pantas, serta promosi, dan perlindungan kesehatan, merupakan rangkaian
hak-hak karyawan, yang menjadi kewajiban perusahaan. Perusahaan juga berhak
memperoleh kesetiaan, dedikasi, kehadiran di tempat kerja, dan produktivitas
kerja karyawan.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan
masalah dalam pembahasan makalah ini adalah :
1. Apa
Definisi Tata Kerja ?
2. Apa
pengertian Prosedur Kerja ?
3. Apa
pengertian Pedoman Kerja ?
4. Bagaimana
cara menyusun buku pedoman kerja ?
5. Apa
manfaat ditetapkannya tata kerja, prosedur kerja dan buku pedoman kerja?
6. Apa
pentingnya sekretaris dalam bisnis ?
7. Bagaimana
kualifikasi sekretaris ?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Untuk
memberikan informasi kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya tentang materi
Pengantar Bisnis.
Ø Untuk
memenuhi dan melengkapi tugas Pengantar Bisnis yang bermuatan softskill.
1.4 Manfaat
Penulisan
Manfaat
penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Agar
mahasiswa dapat mengenal dan memahami tentang Menerapkan Pedoman, Prosedur, dan
Aturan Kerja di Perusahaan.
Ø Agar
menambah wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya
mengenai Pedoman, Prosedur, dan Aturan Kerja di Perusahaan.
1.5 Metode Penulisan
Untuk
mendapatkan data sebagai bahan untuk menyusun dan membuat makalah ini, maka
penulis menggunakan metode keperpustakaan, yaitu :
Ø Penulis
mencari berbagai referensi buku sebagai sumber penulis untuk membuat makalah
ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
Manajemen kantor dan Informasi
Ø Tata
Kerja adalah cara-cara pelaksanaan kerja yang seefisien mungkin atas sesuatu
tugas dengan mengingat segi-segi tujuan, peralatan, fasilitas, tenaga kerja,
waktu, ruang dan biaya yang tersedia.
Ø Tata Kerja adalah suatu cara yang
ditempuh untuk mengatur sebuah pekerjaan agar
terlaksana dengan baik dan efisien
Ø Tata Kerja adalah cara melaksankan
suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau bisa mencapai tingkat
efisien yang maksimal.
Ø Tata kerja adalah pembentukan sebuah
strutur kerja yang disusun dengan membentuk badan utama yang bertugas membuat
skat-skat bagian dari sebuah organisasi atau anggota kelompok.
2.2 Pengertian
Prosedur Kerja
Dalam
menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi
yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar prosedur kerja atau
dikenal dengan Standard Operating
Procedure (SOP) sebagai pedoman untuk melaksanakan segala kegiatan yang
berhubungan dengan operasional perusahaan.
Prosedur kerja adalah rangkaian tata
kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan adanya suatu urutan
tahap demi tahap serta jalan yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian
suatu bidang tugas. Sistem kerja adalah suatu rangkaian tata kerja dan prosedur
kerja yang kemudian membentuk suatu kebulatan pola tertentu dalam rangka
melaksanakan sesuatu bidang pekerjaan.
Berdasarkan pengertian yang ada maka
manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya prosedur kerja, tata kerja, dan
sistem kerja, antara lain adalah sebagai berikut.
a. Tata
kerja, prosedur kerja dan sistem kerja penting artinya karena merupakan
penjabaran tujuan, sasaran, program kerja, fungsi-fungsi dan kebijakan ke dalam
kegiatan-kegiatan pelaksanaan operasional perusahaan sehari-hari.
b. Melalui
tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja yang dibuat dengan tepat, dapat
dilakukan standarisasi dan pengendalian kerja dengan setepat-tepatnya.
c. Tata
kerja, prosedur kerja dan sistem kerja bermanfaat, baik bagi para pelaksana
maupun semua pihak yang berkepentingan, untuk dijadikan sebagai panduan dalam
bekerja.
Dalam
menyusun prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, perlu memperhatikan
beberapa asas sebagai berikut.
a. Harus
dinyatakan secara tertulis dan disusun secara sistematis serta dituangkan dalam
bentuk manual (dicetak).
b. Harus
dikomunikasikan atau diinformasikan secara sistematis kepada semua petugas atau
pihak yang berkepentingan.
c. Harus
sesuai dengan kebijakan pimpinan dan kebijakan umum yang ditentukan pada
tingkat yang lebih tinggi.
d. Harus
dapat mendorong pelaksanaan kegiatan secara efisien serta menciptakan jaminan
yang memadai bagi terjaganya sumber-sumber yang berada di bawah pengendalian
organisasi.
e. Secara
periodic harus ditinjau dan dievaluasi kembali serta bila perlu direvisi dan
disesuaikan dengan kondisi terkini.
Secara
umum pengetahuan kebijakan prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, dapat
dinyatakan sebagai berikut.
a. Setiap
pimpinan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik
dalam lingkungan instansi masing-masing maupun dengan instansi atau kantor
lain.
b. Setiap
pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan
bawahannya masing-masing dan membimbing serta memberikan petunjuk bagi
pelaksanaan tugas bawahannya.
c. Setiap
pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti petunjuk dan bertanggung jawab
kepada atasan masing-masing dengan menyampaikan laporan berkala tepat pada
waktunya.
d. Setiap
pimpinan organisasi wajib mengolah dan memanfaatkan laporan guna bahan
pengambilan keputusan, penyusunan laporan lebih lanjut dan memberikan petunjuk
kepada bawahan.
e. Dalam
menyampaikan suatu laporan, setiap satuan organisasi wajib memberikan tembusan
kepada satuan organisasi lainnya yang secara fungsional mempunyai hubungan
kerja.
2.3 Pengertian
Pedoman Kerja
Pedoman kerja adalah suatu standar/pedoman tertulis
yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk
mencapai tujuan organisasi. Pedoman kerja juga merupakan tata cara atau tahapan
yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja
tertentu.
Pedoman
kerja bertujuan antara lain sebagai berikut :
a. Memperjelas
peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
b. Memperjelas
alur tugas, wewewang dan tanggung jawab dari petugas/ pegawai terkait.
c. Melindungi
organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktik atau kesalahan
administrasi lainnya.
d. Untuk
menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi.
e. Memperlancar
tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
f. Sebagai
dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
g. Mengarahkan
petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
h. Sebagai
pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.
Pedoman
kerja dibutuhkan pada kondisi-kondisi berikut ini :
a. Sebelum
suatu pekerjaan dilakukan.
b. Ketika
mengadakan penilaian apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau
tidak.
c. Ketika
terjadi revisi, jika ada perubahan langkah kerja yang dapat memengaruhi
lingkungan kerja.
Dengan adanya pedoman kerja
terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh, yaitu antara lain :
a. Pedoman
kerja merupakan pegangan bagi pelaksanaan, alat komunikasi, dan pengawasan
sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara konsisten.
b. Para
pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus
dicapai dalam setiap pekerjaan.
c. Bisa
digunakan sebagai salah satu alat pelatihan dan mengukur kinerja pegawai.
Selain untuk hal tersebut di atas,
pedoman kerja juga mempunyai kegunaan sebagai berikut :
a. Pedoman
kerja dan alat pendidikan, terutama bagi pegawai baru.
b. Alat
untuk menyelesaikan perselisihan dalam hubungan kerja.
c. Alat
untuk mengadakan pembagian kerja dan mengatur frekuensi kerja yang tepat.
d. Alat
untuk mengatur tata ruang kantor.
e. Alat
untuk menghindarkan adanya pekerjaan yang bertumpuk.
f. Alat
perencanaan kerja dan pengembangannya dikemudian hari.
g. Alat
untuk mengadakan klasifikasi, uraian, dan analisis jabatan.
h. Alat
untuk menghemat waktu bagi pimpinan untuk mengetahui seluruh proses kerja.
i. Alat
untuk mempersiapkan mekanisasi prosedur.
2.4 Cara
Menyusun buku Pedoman Kerja
Mengingat
pentingnya prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja maka perlu diketahui
prinsip-prinsip dalam menyusun prosedur kerja, yaitu sebagai berikut :
a. Prosedur
kerja, tata kerja, dan sistem kerja, harus disusun dengan memperhatikan tujuan,
fasilitas, peralatan, material, biaya, dan waktu yang tersedia serta luas,
macam, dan sifat dan tugas atau pekerjaan.
b. Untuk
mempersiapkan segala sesuatunya dengan tepat maka terlebih dahulu dipersiapkan
penjelasan tentang tujuan pokok organisasi, skema organisasi berikut
klasifikasi jabatan dan analisis jabatannya, serta unsur-unsur kegiatan di
dalam organisasi dan lainnya.
c. Hendaknya
ditentukan satu pokok bidang tugas yang akan dubuat bagan prosedurnya.
d. Perlu
didaftar secara rinci tentang pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya
waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan terssebut.
e. Dalam
penetapan urutan tahap demi tahap rangkaian pekerjaan, maka antara tahap yang
satu dengan tahap yang berikutnya harus terdapat hubungan yang sangat erat yang
keseluruhannya menuju ke satu tujuan.
f. Setiap
tahap harus merupakan suatu kerja nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan
penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksudkan.
g. Perlu
ditetapkan tentang kecakapan dan keterampilan tenaga kerja yang diperlukan
untuk penyelesaian pekerjaan.
h. Prosedur
kerja, tata kerja, dan sistem kerja harus disusun secara tepat sehingga
memiliki stabilitas dan fleksibilitas.
i. Penyusunan
prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, harus selalu disesuaikan dengan
pekembangan teknologi.
j. Untuk
penggambaran tentang penerapan suatu prosedur tertentu sebaiknya dipergunakan
symbol dan skema atau bagan prosedur dengan jelas dan tepat. Bagan semacam ini
sering disebut skema arus kerja.
k. Untuk
menjamin penerapan prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja dengan jelas
dan tepat, maka perlu dipakai buku pedoman.
2.5 Manfaat
ditetapkannya tata kerja, prosedur kerja dan buku pedoman kerja
Manfaat
yang diperoleh dari ditetapkannya tata kerja, prosedur kerja, dan buku pedoman
kerja , antara lain :
1. Sebagai
suatu pola kerja yang merupakan penjabaran tujuan, sasaran, program kerja,
fungsi dan kebijaksanaan ke dalam kegiatan pelaksanaan kerja yang jelas.
2. Untuk
mengadakan standarisasi dan pengendalian kerja dengan tepat.
3. Untuk
digunakan sebagai pedoman kerja, bagaimana pihak yang berkepentingan.
4.
Mempermudah
para pegawai dalam menjalankan tugas
5.
Tugas-tugas
dapat dilaksanakan secara teratur dan tepat waktu
6.
Keletihan
dalam bekerja dapat diatasi
7.
Pekerjaan
yang terbengkalai dapat diatasi
8.
Tujuan
pekerjaan dapat tercapai secara efektif
9.
Dapat
dilakukan standarisasi dan pengendalian kerja dengan setepat– tepatnya
10. Dapat dijadikan sebagai pedoman kerja
Kualifikasi
dan kebutuhan sekretaris dalam bisnis
2.6 Pentingnya
Sekretaris dalam bisnis
Sekretaris memegang peranan yang penting dan
dapat menentukan berhasil tidaknya tujuan perusahaan. Pentingnya peranan
seorang sekretaris ini tentunya sesuai dengan jabatan sekretaris pada
masing-masing organisasi. Peranan sekretaris secara umum dapat diketahui
sebagai berikut :
a.
Sebagai perantara saluran komunikasi dan
pembinaan hubungan yang baik bagi orang yang ingin berhubungan dengan pimpinan.
b.
Sebagai sumber informasi yang diperlukan
pimpinan dalam memenuhi fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
c.
Sebagai pelanjut keinginan pimpinan kepada
bawahan dalam pelaksanaan tugas.
d.
Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam
ide-ide.
e.
Sebagai faktor penunjang dalam keberhasilan
pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.
2. Peranan
sekretaris terhadap bawahan (pimpinan) :
a. Penentuan
kebijakan yang berlaku bagi pegawai bawahan secara adil, yaitu mengenai
peraturan penempatan pegawai yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan (rule
of the place).
b. Memberikan
motivasi kerja kepada pegawai bawahan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar
dan berhasil dengan baik.
c. Memberikan
rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan pekerjaan.
d. Menerima
pendapat dan usul bawahan dalam berbagai masalah.
e. Mengadakan
pendekatan kepada pegawai bawahan untuk lebih mengerahkan dan mengetahui
kelemahan dan kehendak pegawai bawahan.
Peranan sekretaris terhadap bawahan merupakan
penilaian dari bawahan sehingga sikap dan tingkah laku sekretaris akan
berpengaruh terhadap pekerjaan pegawai bawahan. Bagi sekretaris yang ramah dan
komunikatif akan memberikan suasana hubungan kerja yang baik bagi bawahan
sehingga segala permasalahan dapat didiskusikan dan dicari cara
penyelesaiannya.
TUGAS
SEKRETARIS
Tugas seorang sekretaris tentunya sesuai
dengan fungsi jabatan sekretaris tersebut. Bagi organisasi yang besar, tugas
sekretaris juga lebih berat karena selain betugas dan bertanggung jawab
terhadap pimpinannya, ia juga harus bertanggung jawab untuk mengatur dan
mengawasi tugas dan kegiatan bawahannya.
Secara umum tugas-tugas sekretaris meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.
Menerima dikte dari pimpinan.
2.
Melaksanakan korespondensi (menerima dan
mengirim surat-surat termasuk telepon, telegram, dan faksimile).
3.
Menyimpan arsip-arsip yang dinilai penting.
4.
Menerima tamu-tamu pimpinan.
5. Membuat jadwal pertemuan dan
perjanjian-perjanjian pimpinan dengan teman relasi maupun kegiatan lainnya.
6. Menyiapkan bahan-bahan keterangan kepada
pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan dalam rapat maupun kegiatan lainnya.
7.
Bertindak sebagai perantara antara pimpinan
dan bawahan.
8.
Mengatur rapat-rapat dan seminar pimpinan
dengan bawahan.
9.
Menemani pimpinan dalam pertemuan penting.
10. Menyusun
pidato-pidato untuk pimpinan.
Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
pada setiap orang untuk menjadi lebih baik, harus ada motivasi atau semangat
kerja. Hal ini sangat penting bagi sekretaris terutama sekretaris eksekutif
atau manajer karena mereka mempunyai tugas ganda, yaitu tugas terhadap kegiatan
pimpinan sehari-hari dan tugas terhadap koordinasi maupun pengendalian bawahan.
2.7 Kualifikasi Sekretaris
1. Pengetahuan
·
Mempunyai pengetahuan yang luas.
·
Memahami seluk beluk tentang organisasi,
misi, fungsi, dan tugas pokok organisasi.
·
Mempunyai ilmu pengetahuan yang relevan
dengan bisang tugasnya.
·
Memiliki pengetahuan tentang tata
naskah, kearsipan dan peralatan perkantoran.
·
Mempunyai pengetahuan yang baik tentang
bahasa Indonesia dan bahasa asing.
2. Keterampilan
·
Mampu menyusun laporan
·
Mampu berkorespondensi
·
Mampu menggunakan bahasa Indonesia dan
bahasa asing
·
Kemampuan menggunakan teknologi
perkantoran
3. Kepribadian
·
Memiliki kepribadian yang menarik dan
baik
·
Loyalitas dan dedikasi yang tinggi
· Ketekunan, ketelitian, kerapian,
kejelian, kejujuran, keterbukaan, kesabaran, keramahtamahan serta tanggung
jawab
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manajemen kantor
dan Informasi
Ø Tata kerja, prosedur kerja dan
sistem kerja memiliki makna memberikan pemahaman terhadap para pegawai mengenai
tugas, fungsi dan tanggungjawab dan berguna untuk mempermudah para pegawai
dalam menyelesaikan tugas secara teratur dan tepat waktu.
Ø Tata Kerja, prosedure kerja dan
system kerja sangat banyak manfaatnya di dunia organisasi baik kecil atau
besar, karena basic dari semua aturan ada di ketiga elemen tersebut.
Kualifikasi dan kebutuhan sekretaris dalam bisnis
Dalam suatu organisasi yang berbentuk
perusahaan seorang sekretaris mempunyai peran yang cukup vital dalam organisasi
tersebut. Seorang pemimpin akan sangat tertolong dengan keberadaan sekretaris
dalam tugasnya sebagai pimpinan perusahaan.
Sekretaris harus mempunyai kepribadian
baik serta memiliki wawasan fisik yang luas. Karena kepribadian lebih dominan
dari bidang lainnya serta seorang sekretaris yang memiliki wawasan fisik
perkantoran akan mampu memberikan nuansa kantor yang mampu memberi pamor kepada
para pegawai sehingga semangat kerja terpelihara dan merasa nyaman di
lingkungan kerjanya.
Sukses tidaknya sekretaris tidak saja
ditentukan oleh keterampilan melakukan pekerjaan, tetapi ditentukan pula
kerjasama dengan pimpinan. Dalam hubungan kerjasama peran sekretaris sangat
strategis dalam memberikan dukungan semangat kerja pimpinan. Sebagai sekretaris
sering dihadapkan pada suatu kondisi yang kurang menyenangkan, akan tetapi
harus bersikap manis dan kompromis.
3.2 Saran
Adapun
saran yang penulis berikan kepada pembaca, diantaranya :
Ø Para
pembaca dapat memahami dan mengenal lebih dalam pentingnya Menerapkan Pedoman,
Prosedur, dan Aturan Kerja di Perusahaan.
Ø Bagi
generasi muda, khususnya mahasiswa mulailah belajar Menerapkan Pedoman,
Prosedur, dan Aturan Kerja di Perusahaan.
Demikian
kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis kemukakan. Semoga kesimpulan dan
saran-saran tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Dan penulis
mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangannya.
REFERENSI
- Pandji Anoraga, S.E., M.M. (2011). Pengantar Bisnis, Jakarta, PT RINEKA CIPTA.