Kamis, 26 November 2015

Manajemen Kantor dan Informasi




“ Pengantar Bisnis “





 


Nama : Hanum Titipratiwi

Kelas : 1EB13

NPM : 23215045


Universitas Gunadarma 

Fakultas Ekonomi

PTA 2015/2016



KATA PENGANTAR


          Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Penulis bersyukur kepada ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Pengantar Bisnis.
          Penulis menyadari akan kodrat sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, kekurangan, kekhilafan. Oleh karena itu tanpa bantuan dari berbagai pihak tentunya penulis akan mengalami kesulitan dan hambatan. Oleh karena itu dengan tanpa mengurangi arti bantuan material maupun moral dari berbagai pihak, maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Karena dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.
          Harapan penulis, kiranya penulisan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan, khususnya para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengantar Bisnis. Akhir kata penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dan penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun penulis untuk penulisan makalah yang akan datang.



Jakarta,  november 2015


                                                                                              
                                                                                          Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………..I
DAFTAR ISI……………………………………………………………II

BAB I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah……………………………………………1 
1.2  Rumusan Masalah………………………………………………… 2
1.3  Tujuan Masalah…………………………………………………… 3
1.4  Manfaat Penulisan……………………………………………….... 3
1.5  Metode Penulisan…………………………………………………  3

BAB II. PEMBAHASAN

Manajemen kantor dan Informasi
2.1  Definisi Tata Kerja…………………………………………………4
2.2  Prosedur Kerja…………………………………………………….. 5
2.3  Pedoman Kerja……………………………………………………..7
2.4  Cara Menyusun buku Pedoman Kerja……………………………..10
2.5  Manfaat ditetapkannya tata kerja, prosedur kerja dan
       buku pedoman kerja………………………………………………..12


Kualifikasi dan kebutuhan sekretaris dalam bisnis

2.6  Pentingnya sekretaris dalam bisnis………………………………. 13
2.7  Kualifikasi sekretaris…………………………………………….. 16


BAB III. PENUTUP

3.1  Kesimpulan……………………………………………………… 18
3.2  Saran…………………………………………………………….  20

REFERENSI





BAB I



PENDAHULUAN


          1.1  Latar Belakang Masalah

Perusahaan ebagai pemberi kerja memiliki harapan-harapan tertentu terhadap karyawan atau pegawai yang dipekerjaannya. Untuk memenuhi harapan-harapan tersebut perusahaan memberikan berbagai peraturan yang harus ditaati oleh karyawan. Namun demikian, walaupun sudah peraturan masih ada saja karyawan yang bertindak di luar peraturan tersebut sehingga bisa merusak kelancaran bisnis, misalnya menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi rekan kerja atau pelanggan.
          Salah satu cara untuk memperjelas apa yang menjadi tujuan atau harapkan perusahaan adalah dengan membuat peraturan secara tertulis. Dengan membuat peraturan kerja secara tertulis dan disepakati kedua belah pihak tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan dan karyawan dapat diatasi dengan lebih baik. Peraturan tersebut bisa berbentuk pedoman, prosedur dan aturan kerja di perusahaan.
          Dalam perusahaan manapun ada pedoman kerja, prosedur, aturan kerja, ketentuan, atau perjanjian-perjanjian, yang kesemuanya pada dasarnya mengatur tentang hak dan kewajiban secara timbal-balik antara perusahaan dengan karyawannya. Pedoman kerja, prosedur, aturan kerja dan ketentuan

lainnya disusun dengan memperhatikan keseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing pihak. Keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan suatu tuntunan yang perlu terus diwujudkan karena jika hal ini tidak terwujud akan menimbulkan gangguan yang pada akhirnya akan berdampak negative terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
          Keseimbangan antara hak dan kewajiban menuntut adanya kejelasan mengenai hak dan kewajiban dari masing-masing pihak dalam perusahaan. Karyawan harus mendapat pekerjaan sesuai dengan kemampuan, keahlian, perlakuan yang adil dan manusiawi, keamanan di tempat kerja, gaji yang pantas, serta promosi, dan perlindungan kesehatan, merupakan rangkaian hak-hak karyawan, yang menjadi kewajiban perusahaan. Perusahaan juga berhak memperoleh kesetiaan, dedikasi, kehadiran di tempat kerja, dan produktivitas kerja karyawan.

         1.2  Rumusan Masalah
 
Rumusan masalah dalam pembahasan makalah ini adalah : 

        1. Apa Definisi Tata Kerja ?
        2. Apa pengertian Prosedur Kerja ?
         3. Apa pengertian Pedoman Kerja ?
         4. Bagaimana cara menyusun buku pedoman kerja ?
     5. Apa manfaat ditetapkannya tata kerja, prosedur kerja dan buku pedoman kerja?
          6. Apa pentingnya sekretaris dalam bisnis ?
          7. Bagaimana kualifikasi sekretaris ?

    1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Untuk memberikan informasi kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya tentang materi Pengantar Bisnis.
Ø Untuk memenuhi dan melengkapi tugas Pengantar Bisnis yang bermuatan softskill.

               1.4  Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Agar mahasiswa dapat mengenal dan memahami tentang Menerapkan Pedoman, Prosedur, dan Aturan Kerja di Perusahaan.
Ø Agar menambah wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya mengenai Pedoman, Prosedur, dan Aturan Kerja di Perusahaan.

       1.5    Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data sebagai bahan untuk menyusun dan membuat makalah ini, maka penulis menggunakan metode keperpustakaan, yaitu :
Ø Penulis mencari berbagai referensi buku sebagai sumber penulis untuk membuat makalah ini.





BAB II



PEMBAHASAN


Manajemen kantor dan Informasi



                     2.1  Definisi Tata Kerja

Ø Tata Kerja adalah cara-cara pelaksanaan kerja yang seefisien mungkin atas sesuatu tugas dengan mengingat segi-segi tujuan, peralatan, fasilitas, tenaga kerja, waktu, ruang dan biaya yang tersedia.
Ø Tata Kerja adalah suatu cara yang ditempuh untuk mengatur sebuah pekerjaan agar    terlaksana dengan baik dan efisien
Ø Tata Kerja adalah cara melaksankan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau bisa mencapai tingkat efisien yang maksimal.
Ø Tata kerja adalah pembentukan sebuah strutur kerja yang disusun dengan membentuk badan utama yang bertugas membuat skat-skat bagian dari sebuah organisasi atau anggota kelompok.


                                    2.2   Pengertian Prosedur Kerja

Dalam menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar prosedur kerja atau dikenal dengan Standard Operating Procedure (SOP) sebagai pedoman untuk melaksanakan segala kegiatan yang berhubungan dengan operasional perusahaan.
          Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian suatu bidang tugas. Sistem kerja adalah suatu rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang kemudian membentuk suatu kebulatan pola tertentu dalam rangka melaksanakan sesuatu bidang pekerjaan.
          Berdasarkan pengertian yang ada maka manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, antara lain adalah sebagai berikut.
a.     Tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja penting artinya karena merupakan penjabaran tujuan, sasaran, program kerja, fungsi-fungsi dan kebijakan ke dalam kegiatan-kegiatan pelaksanaan operasional perusahaan sehari-hari.
b.     Melalui tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja yang dibuat dengan tepat, dapat dilakukan standarisasi dan pengendalian kerja dengan setepat-tepatnya.
c.      Tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja bermanfaat, baik bagi para pelaksana maupun semua pihak yang berkepentingan, untuk dijadikan sebagai panduan dalam bekerja.
Dalam menyusun prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, perlu memperhatikan beberapa asas sebagai berikut.
a.     Harus dinyatakan secara tertulis dan disusun secara sistematis serta dituangkan dalam bentuk manual (dicetak).
b.     Harus dikomunikasikan atau diinformasikan secara sistematis kepada semua petugas atau pihak yang berkepentingan.
c.      Harus sesuai dengan kebijakan pimpinan dan kebijakan umum yang ditentukan pada tingkat yang lebih tinggi.
d.     Harus dapat mendorong pelaksanaan kegiatan secara efisien serta menciptakan jaminan yang memadai bagi terjaganya sumber-sumber yang berada di bawah pengendalian organisasi.
e.      Secara periodic harus ditinjau dan dievaluasi kembali serta bila perlu direvisi dan disesuaikan dengan kondisi terkini.
Secara umum pengetahuan kebijakan prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, dapat dinyatakan sebagai berikut.
a.     Setiap pimpinan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan instansi masing-masing maupun dengan instansi atau kantor lain.
b.     Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan membimbing serta memberikan petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
c.      Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dengan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.
d.     Setiap pimpinan organisasi wajib mengolah dan memanfaatkan laporan guna bahan pengambilan keputusan, penyusunan laporan lebih lanjut dan memberikan petunjuk kepada bawahan.
e.      Dalam menyampaikan suatu laporan, setiap satuan organisasi wajib memberikan tembusan kepada satuan organisasi lainnya yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.


                                         2.3  Pengertian Pedoman Kerja

Pedoman kerja adalah suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Pedoman kerja juga merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.
Pedoman kerja bertujuan antara lain sebagai berikut :
a.     Memperjelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
b.     Memperjelas alur tugas, wewewang dan tanggung jawab dari petugas/ pegawai terkait.
c.      Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktik atau kesalahan administrasi lainnya.
d.     Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi.
e.      Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
f.       Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
g.     Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
h.     Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

Pedoman kerja dibutuhkan pada kondisi-kondisi berikut ini :

a.     Sebelum suatu pekerjaan dilakukan.
b.     Ketika mengadakan penilaian apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak.
c.      Ketika terjadi revisi, jika ada perubahan langkah kerja yang dapat memengaruhi lingkungan kerja.

Dengan adanya pedoman kerja terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh, yaitu antara lain :
a.     Pedoman kerja merupakan pegangan bagi pelaksanaan, alat komunikasi, dan pengawasan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara konsisten.
b.     Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan.
c.      Bisa digunakan sebagai salah satu alat pelatihan dan mengukur kinerja pegawai.



Selain untuk hal tersebut di atas, pedoman kerja juga mempunyai kegunaan sebagai berikut :
a.     Pedoman kerja dan alat pendidikan, terutama bagi pegawai baru.
b.     Alat untuk menyelesaikan perselisihan dalam hubungan kerja.
c.      Alat untuk mengadakan pembagian kerja dan mengatur frekuensi kerja yang tepat.
d.     Alat untuk mengatur tata ruang kantor.
e.      Alat untuk menghindarkan adanya pekerjaan yang bertumpuk.
f.       Alat perencanaan kerja dan pengembangannya dikemudian hari.
g.     Alat untuk mengadakan klasifikasi, uraian, dan analisis jabatan.
h.     Alat untuk menghemat waktu bagi pimpinan untuk mengetahui seluruh proses kerja.
i.       Alat untuk mempersiapkan mekanisasi prosedur.



                         2.4  Cara Menyusun buku Pedoman Kerja 

Mengingat pentingnya prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja maka perlu diketahui prinsip-prinsip dalam menyusun prosedur kerja, yaitu sebagai berikut :
a.     Prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, harus disusun dengan memperhatikan tujuan, fasilitas, peralatan, material, biaya, dan waktu yang tersedia serta luas, macam, dan sifat dan tugas atau pekerjaan.
b.     Untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan tepat maka terlebih dahulu dipersiapkan penjelasan tentang tujuan pokok organisasi, skema organisasi berikut klasifikasi jabatan dan analisis jabatannya, serta unsur-unsur kegiatan di dalam organisasi dan lainnya.
c.      Hendaknya ditentukan satu pokok bidang tugas yang akan dubuat bagan prosedurnya.
d.     Perlu didaftar secara rinci tentang pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan terssebut.
e.      Dalam penetapan urutan tahap demi tahap rangkaian pekerjaan, maka antara tahap yang satu dengan tahap yang berikutnya harus terdapat hubungan yang sangat erat yang keseluruhannya menuju ke satu tujuan.
f.       Setiap tahap harus merupakan suatu kerja nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksudkan.
g.     Perlu ditetapkan tentang kecakapan dan keterampilan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan.
h.     Prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja harus disusun secara tepat sehingga memiliki stabilitas dan fleksibilitas.
i.       Penyusunan prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, harus selalu disesuaikan dengan pekembangan teknologi.
j.       Untuk penggambaran tentang penerapan suatu prosedur tertentu sebaiknya dipergunakan symbol dan skema atau bagan prosedur dengan jelas dan tepat. Bagan semacam ini sering disebut skema arus kerja.
k.     Untuk menjamin penerapan prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja dengan jelas dan tepat, maka perlu dipakai buku pedoman.
                                                                          


            2.5     Manfaat ditetapkannya tata kerja, prosedur kerja dan buku pedoman kerja


Manfaat yang diperoleh dari ditetapkannya tata kerja, prosedur kerja, dan buku pedoman kerja , antara lain :

                1. Sebagai suatu pola kerja yang merupakan penjabaran tujuan, sasaran, program       kerja, fungsi dan kebijaksanaan ke dalam kegiatan pelaksanaan kerja yang jelas.
                    2. Untuk mengadakan standarisasi dan pengendalian kerja dengan tepat.
                    3. Untuk digunakan sebagai pedoman kerja, bagaimana pihak yang berkepentingan.
4.     Mempermudah para pegawai dalam menjalankan tugas
5.     Tugas-tugas dapat dilaksanakan secara teratur dan tepat waktu
6.     Keletihan dalam bekerja dapat diatasi
7.     Pekerjaan yang terbengkalai dapat diatasi
8.     Tujuan pekerjaan dapat tercapai secara efektif
9.     Dapat dilakukan standarisasi dan pengendalian kerja dengan setepat– tepatnya
10.  Dapat dijadikan sebagai pedoman kerja




Kualifikasi dan kebutuhan sekretaris dalam bisnis


                               2.6  Pentingnya Sekretaris dalam bisnis


Sekretaris memegang peranan yang penting dan dapat menentukan berhasil tidaknya tujuan perusahaan. Pentingnya peranan seorang sekretaris ini tentunya sesuai dengan jabatan sekretaris pada masing-masing organisasi. Peranan sekretaris secara umum dapat diketahui sebagai berikut :

             1. Peranan sekretaris terhadap atasan :
 
a.     Sebagai perantara saluran komunikasi dan pembinaan hubungan yang baik bagi orang yang ingin berhubungan dengan pimpinan.
b.     Sebagai sumber informasi yang diperlukan pimpinan dalam memenuhi fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
c.      Sebagai pelanjut keinginan pimpinan kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas.
d.     Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam ide-ide.
e.      Sebagai faktor penunjang dalam keberhasilan pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.



                       2. Peranan sekretaris terhadap bawahan (pimpinan) :

       a.  Penentuan kebijakan yang berlaku bagi pegawai bawahan secara adil, yaitu mengenai peraturan penempatan pegawai yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan (rule of the place).
                  b.     Memberikan motivasi kerja kepada pegawai bawahan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.
                     c.  Memberikan rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan pekerjaan.
                       d.  Menerima pendapat dan usul bawahan dalam berbagai masalah.
                      e. Mengadakan pendekatan kepada pegawai bawahan untuk lebih mengerahkan dan mengetahui kelemahan dan kehendak pegawai bawahan.

Peranan sekretaris terhadap bawahan merupakan penilaian dari bawahan sehingga sikap dan tingkah laku sekretaris akan berpengaruh terhadap pekerjaan pegawai bawahan. Bagi sekretaris yang ramah dan komunikatif akan memberikan suasana hubungan kerja yang baik bagi bawahan sehingga segala permasalahan dapat didiskusikan dan dicari cara penyelesaiannya.



TUGAS SEKRETARIS

Tugas seorang sekretaris tentunya sesuai dengan fungsi jabatan sekretaris tersebut. Bagi organisasi yang besar, tugas sekretaris juga lebih berat karena selain betugas dan bertanggung jawab terhadap pimpinannya, ia juga harus bertanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi tugas dan kegiatan bawahannya.

Secara umum tugas-tugas sekretaris meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.     Menerima dikte dari pimpinan.
2.     Melaksanakan korespondensi (menerima dan mengirim surat-surat termasuk telepon, telegram, dan faksimile).
3.     Menyimpan arsip-arsip yang dinilai penting.
4.     Menerima tamu-tamu pimpinan.
5.  Membuat jadwal pertemuan dan perjanjian-perjanjian pimpinan dengan teman relasi maupun kegiatan lainnya.
6. Menyiapkan bahan-bahan keterangan kepada pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan dalam rapat maupun kegiatan lainnya.
7.     Bertindak sebagai perantara antara pimpinan dan bawahan.
8.     Mengatur rapat-rapat dan seminar pimpinan dengan bawahan.
9.     Menemani pimpinan dalam pertemuan penting.
10.  Menyusun pidato-pidato untuk pimpinan.

Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pada setiap orang untuk menjadi lebih baik, harus ada motivasi atau semangat kerja. Hal ini sangat penting bagi sekretaris terutama sekretaris eksekutif atau manajer karena mereka mempunyai tugas ganda, yaitu tugas terhadap kegiatan pimpinan sehari-hari dan tugas terhadap koordinasi maupun pengendalian bawahan.
                          
     2.7  Kualifikasi Sekretaris


                                1.  Pengetahuan

·        Mempunyai pengetahuan yang luas.
·        Memahami seluk beluk tentang organisasi, misi, fungsi, dan tugas pokok organisasi.
·        Mempunyai ilmu pengetahuan yang relevan dengan bisang tugasnya.
·        Memiliki pengetahuan tentang tata naskah, kearsipan dan peralatan perkantoran.
·        Mempunyai pengetahuan yang baik tentang bahasa Indonesia dan bahasa asing.

                            2.  Keterampilan

·        Mampu menyusun laporan
·        Mampu berkorespondensi
·        Mampu menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing
·        Kemampuan menggunakan teknologi perkantoran



                                         3.  Kepribadian

·        Memiliki kepribadian yang menarik dan baik
·        Loyalitas dan dedikasi yang tinggi
·  Ketekunan, ketelitian, kerapian, kejelian, kejujuran, keterbukaan, kesabaran, keramahtamahan serta tanggung jawab







BAB III




PENUTUP


                          3.1  Kesimpulan


Manajemen kantor dan Informasi


Ø Tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja memiliki makna memberikan pemahaman terhadap para pegawai mengenai tugas, fungsi dan tanggungjawab dan berguna untuk mempermudah para pegawai dalam menyelesaikan tugas secara teratur dan tepat waktu.

Ø Tata Kerja, prosedure kerja dan system kerja sangat banyak manfaatnya di dunia organisasi baik kecil atau besar, karena basic dari semua aturan ada di ketiga elemen tersebut.





Kualifikasi dan kebutuhan sekretaris dalam bisnis


          Dalam suatu organisasi yang berbentuk perusahaan seorang sekretaris mempunyai peran yang cukup vital dalam organisasi tersebut. Seorang pemimpin akan sangat tertolong dengan keberadaan sekretaris dalam tugasnya sebagai pimpinan perusahaan.
          Sekretaris harus mempunyai kepribadian baik serta memiliki wawasan fisik yang luas. Karena kepribadian lebih dominan dari bidang lainnya serta seorang sekretaris yang memiliki wawasan fisik perkantoran akan mampu memberikan nuansa kantor yang mampu memberi pamor kepada para pegawai sehingga semangat kerja terpelihara dan merasa nyaman di lingkungan kerjanya.
          Sukses tidaknya sekretaris tidak saja ditentukan oleh keterampilan melakukan pekerjaan, tetapi ditentukan pula kerjasama dengan pimpinan. Dalam hubungan kerjasama peran sekretaris sangat strategis dalam memberikan dukungan semangat kerja pimpinan. Sebagai sekretaris sering dihadapkan pada suatu kondisi yang kurang menyenangkan, akan tetapi harus bersikap manis dan kompromis.



3.2   Saran

Adapun saran yang penulis berikan kepada pembaca, diantaranya :
Ø Para pembaca dapat memahami dan mengenal lebih dalam pentingnya Menerapkan Pedoman, Prosedur, dan Aturan Kerja di Perusahaan.
Ø Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa mulailah belajar Menerapkan Pedoman, Prosedur, dan Aturan Kerja di Perusahaan.
Demikian kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis kemukakan. Semoga kesimpulan dan saran-saran tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Dan penulis mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangannya.









REFERENSI


  •  Pandji Anoraga, S.E., M.M. (2011). Pengantar Bisnis, Jakarta, PT RINEKA CIPTA.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar