“
Pengantar Bisnis “
Nama
: Hanum Titipratiwi
Kelas
: 1EB13
NPM
: 23215045
Universitas
Gunadarma
Fakultas
Ekonomi
PTA
2015/2016
KATA
PENGANTAR
Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Penulis bersyukur kepada ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
Pengantar Bisnis.
Penulis menyadari akan kodrat sebagai
manusia yang tak luput dari kesalahan, kekurangan, kekhilafan. Oleh karena itu
tanpa bantuan dari berbagai pihak tentunya penulis akan mengalami kesulitan dan
hambatan. Oleh karena itu dengan tanpa mengurangi arti bantuan material maupun
moral dari berbagai pihak, maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini. Karena dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya.
Harapan penulis, kiranya penulisan ini
dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan, khususnya para mahasiswa
yang mengambil mata kuliah Pengantar Bisnis. Akhir kata penulis mohon maaf apabila
ada kesalahan dan penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun penulis
untuk penulisan makalah yang akan datang.
Jakarta, september 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Masalah
1.4 Manfaat Penulisan
1.5 Metode Penulisan
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bisnis
2.2 Jenis Bisnis
2.3 Tujuan Kebijakan Bisnis
2.4 Mengapa harus belajar bisnis?
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
REFERENSI
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Globalisasi
merupakan terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat
diseluruh dunia untuk mengikuti system dan kaidah-kaidah yang sama. Suatu
proses yang berlangsung mendekatkan batas Negara, sehingga masyarakat cenderung
menyatu dengan dunia terutama dalam bidang pengetahuan, teknologi, komunikasi.
Sebagai proses, maka Globalisasi berjalan sangat cepat memasuki ke semua aspek
kehidupan. Globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin ketatnya persaingan
dalam bisnis. Untuk menambah wawasan dalam menghadapi persaingan bisnis era
globalisasi.
Bisnis merupakan kegiatan yang
dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan
nilai (create value) melalui
penciptaan barang dan jasa create of good and service) untuk meenuhi kebutuhan
masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Saat
wirausaha menciptakan suatu ide bisnis, mereka juga harus memperhatikan
bagaimana menerapkan fungsi-fungsi bisnis yang baru apa saja digambarkan, untuk
membuat bisnis yang berhasil. Mereka harus menciptakan rencana bisnis, yaitu
suatu deskripsi rinci dari bisnis yang diusulkan, termasuk suatu deskripsi dari
bisnis, jenis pelanggan yang ingin ditarik, kondisi persaingan, dan fasilitas
yang diperlukan untuk produksi.
1.2 Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah dalam pembahasan makalah ini adalah :
1. Apa
pengertian Bisnis?
2. Apa
jenis Bisnis?
3. Apa
tujuan kebijakan Bisnis?
4. Mengapa
harus belajar Bisnis?
1.3 Tujuan
Penulisan
Tujuan
penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Untuk
memberikan informasi kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya tentang materi
Pengantar Bisnis.
Ø Untuk
memenuhi dan melengkapi tugas Pengantar Bisnis yang bermuatan softskill.
1.4 Manfaat
Penulisan
Manfaat
penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Agar
mahasiswa dapat mengenal dan memahami tentang dunia bisnis
Ø Agar
menambah wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya
mengenai dunia bisnis
1.5 Metode Penulisan
Untuk
mendapatkan data sebagai bahan untuk menyusun dan membuat makalah ini, maka
penulis menggunakan metode keperpustakaan, yaitu :
Ø Penulis
mencari berbagai referensi buku sebagai sumber penulis untuk membuat makalah
ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Bisnis
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, bisnis
adalah usaha, dagang, usaha komersial dalam dunia perdagangan. Dalam arti
luasnya bisnis adalah aktifitas manusia yang berkaitan dengan pembelian,
penjualan (pertukaran) barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan atau laba.
Pengertian yang lain tentang bisnis adalah sebagai
berikut :
a. Bisnis
dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan
institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari.
b. Bisnis
sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan
masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to
satisfy the needs of our society, Huat, T Chwee,1990).
c. Bisnis
merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan
untuk mendapatkan keuntungan.
d. Bisnis
adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau
memberikan manfaat. Sedangkan menurut ahli dasarnya, bisnis memiliki makna
sebagai the buying and selling of goods
and services. Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang
terlibat dalam pertukaran barang, jasa, atau uang untuk menghasilkan
keuntungan.
Dari
pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan
oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang
dan jasa create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan
memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Dahulu bisnis dilakukan dengan cara barter,
yaitu pertukaran barang tanpa menggunakan uang. Jika seseorang membutuhkan
sepatu, maka ia dapat menukarnya dengan orang yang membutuhkan jagung misalnya.
Namun kemudian disadari banyaknya kendala seperti perbedaan kebutuhan
antarorang yang memiliki kebutuhan, perbedaan nilai barang yang akan
dipertukarkan, dan sebagainya. Hal ini kemudian menjadi lebih mudah setelah ada
alat untuk saling melakukan pertukaran, yaitu uang.
Fungsi bisnis dilihat dari
kepentingan mikroekonomi dan makroekonomi :
1. Fungsi
Mikro Bisnis
Fungsi mikro bisnis adalah kontribusi
bisnis terhadap pihak yang berperan langsung dalam bisnis tersebut, yaitu
pekerja atau karyawan, dewan komisaris, dan pemegang saham. Pekerja
menginginkan kinerja yang tinggi yang ditunjukkan oleh besarnya omzet penjualan
dan laba. Dewan komisaris memantau kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan
kegiatan berjalan mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pemegang
saham memiliki kepentingan tertentu yaitu keuntungan yang akan dibagikan dan
juga memiliki tanggung jawab sebatas saham yang mereka miliki.
2. Fungsi
Makro Bisnis
Fungsi makro bisnis adalah kontribusi
bisnis terhadap pihak yang terlibat secara tidak langsung seperti masyarakat di
sekitar perusahaan dan Negara. Untuk masyarakat di sekitar perusahaan, bisnis
memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar dalam bentuk kesempatan untuk
bekerja dan juga penghasilan, sedangkan untuk negara bisnis memberikan
kontribusi berupa kewajiban membayar pajak.
Elemen dan Sistem Bisnis
Elemen dan sistem bisnis merupakan
factor-faktor yang terkait dengan bisnis sehingga dengan adanya faktor tersebut
bisnis dapat dijalankan. Elemen dan sistem bisnis terdiri dari :
1. Modal (Capital)
Modal merupakan sejumlah uang yang digunakan dalam
menjalankan kegiatan bisnis.
2. Bahan-bahan
(Materials)
Bahan-bahan merupakan faktor produksi yang
diperlukan untuk kemudian diolah guna menghasilkanbarang dan jasa yang
dibutuhkan masyarakat.
3. Sumber
Daya Manusia
Dalam bisnis sumber daya manusia yang dibutuhkan
adalah sumber daya manusia yang memiliki kemampuan kompetitif dan berkualitas
tinggi.
4. Keterampilan
Manajemen
Keterampilan manajemen merupakan sistem manajemen
yang dijalankan dalam bisnis berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen.
2.2 Jenis Bisnis
1.
Bisnis
Online
Bisnis yang sedang
marak-maraknya yang banyak digemari oleh manusia terutama untuk kaum wanita
karena kebanyakan yang menjual melalui bisnis online yaitu kosmetik wanita,
fashion, tas, ring case handphone, aksesoris-aksesoris wanita dll yang
berkaitan dengan kebutuhan wanita.
2.
Bisnis
Kuliner
Bisnis yang sampai saat
ini masih menggiurkan oleh banyak manusia, bisnis yang tidak ada habisnya
walaupun bisnis kuliner ini banyak juga saingannya tetapi bisnis ini juga
sering disebut orang dengan margin keuntungan yang mencapai 100%, bisnis
kuliner ini juga banyak digemari oleh banyak orang seperti bisnis kuliner yang
sedang trending topic saat ini yaitu kue cubit, waroeng steak and shake, ayam
penyet margo pedes gila, ice cream pot, ice cream jeju dll.
3.
Bisnis
Travel (Jasa)
Bisnis ini juga tidak
akan ada habisnya diminati oleh manusia dengan keuntungan yang sangat
menggiurkan. Bisnis travel ini juga sangat diperlukan oleh manusia untuk
layanan antar atau perjalanan yang cepat agar mereka bisa mengerjakan banyak
hal dengan diadakannya bisnis travel ini. Dengan demikian bisnis travel ini
yang menjadi sasaran utamanya.
2.3 Tujuan
Kebijakan Bisnis
Tujuan sangat diperlukan bagi setiap
bisnis agar tetap beroperasi dan memiliki kelangsungan hidup. Ada beberapa
tujuan bisnis, diantaranya adalah :
- Mencari keuntungan/profit
- Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
- Pertumbuhan perusahaan
- Tanggung jawab social
Tujuan keuntungan memegang peranan
penting dalam bisnis. Keuntungan dapat dipandang dari dua sisi, yaitu keuntungan
bisnis dan keuntungan ekonomis. Keuntungan
bisnis merupakan selisih antara pendapatan (penghasilan) dengan pengeluaran
(biaya-biaya). Yaitu selisih antara harga jual dengan semua biaya produksi dan
penjualan produk termasuk pajak. Kesuksesan organisasi bisnis dalam
menghasilkan keuntungan karena produk dan jasa mereka secara efektif memenuhi
kebutuhan dan permintaan konsumen.
Bisnis dapat menghasilkan suatu
keuntungan jika ia mengambil risiko memasuki pasar baru atau dengan menghadapi
persaingan dengan bisnis lain, itu karena untuk menghasilkan keuntungan dalam
bisnis terkandung faktor risiko. Semakin tinggi keuntungan yang diharapkan,
akan semakin besar pula risiko yang dihadapi bisnis perusahaan. Oleh karena
itu, faktor risiko perlu diperhitungkan dengan matang dalam menjalankan suatu
bisnis.
Organisasi bisnis yang mengevaluasi
kebutuhan dan permintaan konsumen dan kemudian bergerak secara efektif masuk
dalam suatu pasar dapat menghasilkan keuntungan substansial. Sedangkan
kegagalan bisnis sebagian besar adalah karena kesalahan atau kekurangan
manajemen atas manusia, teknologi, bahan baku, dan modal. Perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan staffing yang efisien dapat menghasilkan keuntungan yang memuaskan.
Namun demikian, selain efektivitas manajerial tingkat keuntungan bisnis
sangatlah tergantung pada besarnya industry, besarny bisnis, dan lokasi bisnis.
Sedangkan keuntungan ekonomis adalah sisa hasil usaha setelah pengeluaran
nyata dan biaya oportunitas diperhitungkan dari pendapatan yang diterima. Yang
dimaksud dengan biaya oportunitas adalah biaya dari pemilihan altenatif terbaik
penggunaan sumber-sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan dengan
mengorbankan alternatif terbaik lainnya bagi penggunaan sumber daya tersebut.
Selain tujuan keuntungan,
mempertahankan kelagsungan hidup perusahaan merupakan tujuan yang wajar, karena
tujuan yang lain dapat dicapai hanya bila bisnis tetap bertahan hidup. Sedangkan
bertumbuh merupakan suatu tujuan karena bisnis tidak dapat tetap seperti semula
adanya. Seperti manusia, bisnis juga perlu bertumbuh. Peningkatan market share, pengembangan pribadi dan
individu, dan peningkatan produktivitas merupakan tujuan pertumbuhan yang
penting.
Saat ini, pertanggungjawaban sosial
juga merupakan tujuan yang penting. Bisnis, seperti manusia di masyarakat harus
menerima tanggung jawab sosial mereka seperti pengendalian polusi/pencemaran
lingkungan, penghapusan praktik-praktik diskriminasi, dan penghematan energi.
Sebagai contoh : McDonalds yang memproduksi berjuta-juta ton limbah kertas dan
plastik setiap tahunnya, telah menggunakan alat penghancur limbah untuk mendaur
ulang limbahnya agar tidak merusak lingkungan.
Keempat tujuan bisnis yaitu
profit/keuntungan, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, pertumbuhan
perusahaan, dan pertanggungjawaban sosial saling terkait, karena keuntungan
perusahaan digunakan untuk mempertahankan hidup perusahaan dan menumbuh
kembangkan perusahaan serta merupakan bukti pertanggungjawaban sosial
perusahaan dalam bentuk memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat.
Untuk menghasilkan keuntungan dalam
bisnis terkandung faktor risiko. Makin tinggi keuntungan yang diharapkan akan
semakin besar pula risiko yang dihadapi bisnis perusahaan. Oleh karena itu,
faktor risiko perlu diperhitungkan dengan matang dalam menjalankan bisnis
tersebut.
2.4 Mengapa
harus belajar bisnis?
Secara
umum sebenarnya ada 5 (lima) alasan penting untuk belajar tentang bisnis, yaitu
:
- Adanya saling ketergantungan baik secara individual maupun sebagai suatu negara.Tidak masalah bagaimana bebasnya kita, hamper semua orang terganttung dengan orang lain, baik pada zaman dahulu yang terkenal dengan istilah barter dalam memenuhi kebutuhannya sampai pertukaran barang yang menggunakan uang dewasa ini. Kita makan nasi dari padi yang diproduksi petani, kita naik kendaraa yang dibuat oleh suatu pabrik, dan membeli bahan bakar di pompa bensin, kita ke kantor atau sekolah yang dibangun oleh para tukang batu, tukang besi, tukang kayu, dan sebagainya. Kita melihat siaran televisi yang diproduksi oleh negara-negara lain, memakai baju buatan tukang jahit atau bahkan produksi luar negeri, dan lain sebagainya. Saling ketergantungan ini semakin meningkat seiring dengan semakin beragamnya kebutuhan dan keinginan manusia.
- Adanya peluang internasional. Meningkatnya globalisasi di dalam dunia bisnis telah membuka peluang bisnis. Era baru dunia bisnis dalam pasar internasional memerlukan pimpinan bisnis yang tahu bagaimana memulai, mengoperasikan, dan melanjutkan usahanya. Negosiasi bisnis, joint venture antara perusahaan-perusahaan negara-negara yang berbeda, perjalanan melewati batas negara, investasi antarbatas geografik, dan bekerja di perusahaan asing akan menjai suatu hal yang biasa. Untuk itu kita perlu memahami fungsi-fungsi bisnis.
- Usaha untuk mempertahankam dan meningkatkan standar hidup. Alasan lain untuk mempelajari bisnis adalah mempertahankan cara hidup kita. Yang dimaksud dengan standar hidup adalah suatu ukuran tentang seberapa baik seseorang atau keluarga dapat memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan barang dan jasa. Jadi, standar hidup menunjukkan jumlah barang dan jasa yang dipandang rata-rata sebuah keluarga atau individu sebagai suatu kebutuhan. Perkembangan teknologi dan kemampuan suatu perusahaan mengantisipasi kebutuhan manusia diantaranya juga mampu mengubah standar hidup seseorang. Dahulu telepon bukanlah sesuatu yang penting sebagai alat komunikasi, namun sekarang sebagian besar orang menggunakannya sebagai alat komunikasi utama.
- Adanya perubahan. Bisnis bersifat dinamis, selalu berubah. Mengikuti hal-hal yang dapat diperkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dapat lebih mudah, lebih efisien, dan dapat mengurangi traumatik jika kita memahami bisnis. Harga naik atau turun, bertambahnya produk, kebutuhan yang berubah, jasa-jasa diciptakan untuk memenuhi kebutuhan, pengesahan hokum, dan kejadian-kejadian lain yang tidak terduga merupakan bagian dari sistem bisnis yang dinamis.
- Mencegah kesalahpahaman. Memahami bisnis juga akan mencegah kesalahpahaman, kesalahan informasi, dan ketidakakuratan data yang kita terima sebagai sesuatu yang benar. Dengan demikian, akan membantu kita untuk memisahkan fakta dari fiksi dalam isu-isu bisnis.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
v Bisnis
adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau
memberikan manfaat.
v Aktifitas
manusia yang berkaitan dengan pembelian, penjualan (pertukaran) barang atau jasa
untuk memperoleh keuntungan atau laba.
Dari
pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan
oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang
dan jasa create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan
memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Dari
analisis tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam menjalankan suatu
bisnis itu adalah hal yang tidak mudah kita harus mengetahui dahulu kompenen-komponen
yang ada di dalam suatu bisnis tersebut. Agar kita tidak mengalami kerugian
dalam suatu bisnis.
3.2 Saran
Adapun
saran yang penulis berikan kepada pembaca, diantaranya :
Ø Para
pembaca dapat memahami dan mengenal lebih dalam pentingnya belajar bisnis
Ø Bagi
generasi muda, khususnya mahasiswa mulailah belajar berbisnis dari hati dan
secara tekun
Ø Dalam
melakukan bisnis sebagai pemula hendaknya kita bertanya-tanya dahulu kepada
pembisnis atau pengusaha yang sudah handal dalam melakukan bisnis
Demikian
kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis kemukakan. Semoga kesimpulan dan
saran-saran tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Dan penulis
mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangannya.
REFERENSI
- Pandji Anoraga, S.E., M.M. (2011). Pengantar Bisnis, Jakarta, PT RINEKA CIPTA.
- Widaningsih Samsul Rizal (2010). Modul Profesional Bekerja dan Komunikasi Bisnis, Jakarta, Yudhistira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar