Rabu, 30 September 2015

Pengantar Bisnis





“ Pengantar Bisnis “



 




Nama : Hanum Titipratiwi

Kelas : 1EB13

NPM : 23215045


Universitas Gunadarma

Fakultas Ekonomi

PTA 2015/2016





KATA PENGANTAR


          Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Penulis bersyukur kepada ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Pengantar Bisnis.
          Penulis menyadari akan kodrat sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, kekurangan, kekhilafan. Oleh karena itu tanpa bantuan dari berbagai pihak tentunya penulis akan mengalami kesulitan dan hambatan. Oleh karena itu dengan tanpa mengurangi arti bantuan material maupun moral dari berbagai pihak, maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Karena dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.
          Harapan penulis, kiranya penulisan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan, khususnya para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengantar Bisnis. Akhir kata penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dan penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun penulis untuk penulisan makalah yang akan datang.

Jakarta,  september 2015




                                                                                              Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah 
1.2  Rumusan Masalah
1.3  Tujuan Masalah
1.4  Manfaat Penulisan
1.5  Metode Penulisan

BAB II. PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Bisnis
2.2  Jenis Bisnis
2.3  Tujuan Kebijakan Bisnis
2.4  Mengapa harus belajar bisnis?

BAB III. PENUTUP
3.1  Kesimpulan
3.2  Saran

REFERENSI




BAB I



PENDAHULUAN
 


1.1  Latar Belakang Masalah

Globalisasi merupakan terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat diseluruh dunia untuk mengikuti system dan kaidah-kaidah yang sama. Suatu proses yang berlangsung mendekatkan batas Negara, sehingga masyarakat cenderung menyatu dengan dunia terutama dalam bidang pengetahuan, teknologi, komunikasi. Sebagai proses, maka Globalisasi berjalan sangat cepat memasuki ke semua aspek kehidupan. Globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin ketatnya persaingan dalam bisnis. Untuk menambah wawasan dalam menghadapi persaingan bisnis era globalisasi.
          Bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa create of good and service) untuk meenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Saat wirausaha menciptakan suatu ide bisnis, mereka juga harus memperhatikan bagaimana menerapkan fungsi-fungsi bisnis yang baru apa saja digambarkan, untuk membuat bisnis yang berhasil. Mereka harus menciptakan rencana bisnis, yaitu suatu deskripsi rinci dari bisnis yang diusulkan, termasuk suatu deskripsi dari bisnis, jenis pelanggan yang ingin ditarik, kondisi persaingan, dan fasilitas yang diperlukan untuk produksi. 


1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam pembahasan makalah ini adalah :

   1. Apa pengertian Bisnis?
   2. Apa jenis Bisnis?
      3. Apa tujuan kebijakan Bisnis?
       4. Mengapa harus belajar Bisnis?


1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Untuk memberikan informasi kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya tentang materi Pengantar Bisnis.
Ø Untuk memenuhi dan melengkapi tugas Pengantar Bisnis yang bermuatan softskill.

1.4  Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
Ø Agar mahasiswa dapat mengenal dan memahami tentang dunia bisnis
Ø Agar menambah wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa dan pihak-pihak lainnya mengenai dunia bisnis
 
 1.5   Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data sebagai bahan untuk menyusun dan membuat makalah ini, maka penulis menggunakan metode keperpustakaan, yaitu :
Ø Penulis mencari berbagai referensi buku sebagai sumber penulis untuk membuat makalah ini.





 
BAB II



PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Bisnis

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, bisnis adalah usaha, dagang, usaha komersial dalam dunia perdagangan. Dalam arti luasnya bisnis adalah aktifitas manusia yang berkaitan dengan pembelian, penjualan (pertukaran) barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan atau laba.
Pengertian yang lain tentang bisnis adalah sebagai berikut :
a.  Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari.
b. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society, Huat, T Chwee,1990).
c.     Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
d.   Bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Sedangkan menurut ahli dasarnya, bisnis memiliki makna sebagai the buying and selling of goods and services. Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa, atau uang untuk menghasilkan keuntungan.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
            Dahulu bisnis dilakukan dengan cara barter, yaitu pertukaran barang tanpa menggunakan uang. Jika seseorang membutuhkan sepatu, maka ia dapat menukarnya dengan orang yang membutuhkan jagung misalnya. Namun kemudian disadari banyaknya kendala seperti perbedaan kebutuhan antarorang yang memiliki kebutuhan, perbedaan nilai barang yang akan dipertukarkan, dan sebagainya. Hal ini kemudian menjadi lebih mudah setelah ada alat untuk saling melakukan pertukaran, yaitu uang. 

Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikroekonomi dan makroekonomi :

       1.  Fungsi Mikro Bisnis
Fungsi mikro bisnis adalah kontribusi bisnis terhadap pihak yang berperan langsung dalam bisnis tersebut, yaitu pekerja atau karyawan, dewan komisaris, dan pemegang saham. Pekerja menginginkan kinerja yang tinggi yang ditunjukkan oleh besarnya omzet penjualan dan laba. Dewan komisaris memantau kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan kegiatan berjalan mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pemegang saham memiliki kepentingan tertentu yaitu keuntungan yang akan dibagikan dan juga memiliki tanggung jawab sebatas saham yang mereka miliki.

         2.  Fungsi Makro Bisnis
Fungsi makro bisnis adalah kontribusi bisnis terhadap pihak yang terlibat secara tidak langsung seperti masyarakat di sekitar perusahaan dan Negara. Untuk masyarakat di sekitar perusahaan, bisnis memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar dalam bentuk kesempatan untuk bekerja dan juga penghasilan, sedangkan untuk negara bisnis memberikan kontribusi berupa kewajiban membayar pajak.

Elemen dan Sistem Bisnis
          Elemen dan sistem bisnis merupakan factor-faktor yang terkait dengan bisnis sehingga dengan adanya faktor tersebut bisnis dapat dijalankan. Elemen dan sistem bisnis terdiri dari :
            1.  Modal (Capital)
Modal merupakan sejumlah uang yang digunakan dalam menjalankan kegiatan bisnis.
            2.  Bahan-bahan (Materials)
Bahan-bahan merupakan faktor produksi yang diperlukan untuk kemudian diolah guna menghasilkanbarang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
             3.  Sumber Daya Manusia
Dalam bisnis sumber daya manusia yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang memiliki kemampuan kompetitif dan berkualitas tinggi.
              4.  Keterampilan Manajemen
Keterampilan manajemen merupakan sistem manajemen yang dijalankan dalam bisnis berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen.


2.2  Jenis Bisnis

1.     Bisnis Online
Bisnis yang sedang marak-maraknya yang banyak digemari oleh manusia terutama untuk kaum wanita karena kebanyakan yang menjual melalui bisnis online yaitu kosmetik wanita, fashion, tas, ring case handphone, aksesoris-aksesoris wanita dll yang berkaitan dengan kebutuhan wanita.

2.     Bisnis Kuliner
Bisnis yang sampai saat ini masih menggiurkan oleh banyak manusia, bisnis yang tidak ada habisnya walaupun bisnis kuliner ini banyak juga saingannya tetapi bisnis ini juga sering disebut orang dengan margin keuntungan yang mencapai 100%, bisnis kuliner ini juga banyak digemari oleh banyak orang seperti bisnis kuliner yang sedang trending topic saat ini yaitu kue cubit, waroeng steak and shake, ayam penyet margo pedes gila, ice cream pot, ice cream jeju dll. 
  
3.     Bisnis Travel (Jasa)
Bisnis ini juga tidak akan ada habisnya diminati oleh manusia dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Bisnis travel ini juga sangat diperlukan oleh manusia untuk layanan antar atau perjalanan yang cepat agar mereka bisa mengerjakan banyak hal dengan diadakannya bisnis travel ini. Dengan demikian bisnis travel ini yang menjadi sasaran utamanya.


2.3  Tujuan Kebijakan Bisnis

Tujuan sangat diperlukan bagi setiap bisnis agar tetap beroperasi dan memiliki kelangsungan hidup. Ada beberapa tujuan bisnis, diantaranya adalah :
  •      Mencari keuntungan/profit
  •      Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
  •     Pertumbuhan perusahaan
  •   Tanggung jawab social
      Tujuan keuntungan memegang peranan penting dalam bisnis. Keuntungan dapat dipandang dari dua sisi, yaitu keuntungan bisnis dan keuntungan ekonomis. Keuntungan bisnis merupakan selisih antara pendapatan (penghasilan) dengan pengeluaran (biaya-biaya). Yaitu selisih antara harga jual dengan semua biaya produksi dan penjualan produk termasuk pajak. Kesuksesan organisasi bisnis dalam menghasilkan keuntungan karena produk dan jasa mereka secara efektif memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen.
          Bisnis dapat menghasilkan suatu keuntungan jika ia mengambil risiko memasuki pasar baru atau dengan menghadapi persaingan dengan bisnis lain, itu karena untuk menghasilkan keuntungan dalam bisnis terkandung faktor risiko. Semakin tinggi keuntungan yang diharapkan, akan semakin besar pula risiko yang dihadapi bisnis perusahaan. Oleh karena itu, faktor risiko perlu diperhitungkan dengan matang dalam menjalankan suatu bisnis.
          Organisasi bisnis yang mengevaluasi kebutuhan dan permintaan konsumen dan kemudian bergerak secara efektif masuk dalam suatu pasar dapat menghasilkan keuntungan substansial. Sedangkan kegagalan bisnis sebagian besar adalah karena kesalahan atau kekurangan manajemen atas manusia, teknologi, bahan baku, dan modal. Perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan staffing yang efisien dapat menghasilkan keuntungan yang memuaskan. Namun demikian, selain efektivitas manajerial tingkat keuntungan bisnis sangatlah tergantung pada besarnya industry, besarny bisnis, dan lokasi bisnis.
          Sedangkan keuntungan ekonomis adalah sisa hasil usaha setelah pengeluaran nyata dan biaya oportunitas diperhitungkan dari pendapatan yang diterima. Yang dimaksud dengan biaya oportunitas adalah biaya dari pemilihan altenatif terbaik penggunaan sumber-sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan dengan mengorbankan alternatif terbaik lainnya bagi penggunaan sumber daya tersebut.
          Selain tujuan keuntungan, mempertahankan kelagsungan hidup perusahaan merupakan tujuan yang wajar, karena tujuan yang lain dapat dicapai hanya bila bisnis tetap bertahan hidup. Sedangkan bertumbuh merupakan suatu tujuan karena bisnis tidak dapat tetap seperti semula adanya. Seperti manusia, bisnis juga perlu bertumbuh. Peningkatan market share, pengembangan pribadi dan individu, dan peningkatan produktivitas merupakan tujuan pertumbuhan yang penting.
          Saat ini, pertanggungjawaban sosial juga merupakan tujuan yang penting. Bisnis, seperti manusia di masyarakat harus menerima tanggung jawab sosial mereka seperti pengendalian polusi/pencemaran lingkungan, penghapusan praktik-praktik diskriminasi, dan penghematan energi. Sebagai contoh : McDonalds yang memproduksi berjuta-juta ton limbah kertas dan plastik setiap tahunnya, telah menggunakan alat penghancur limbah untuk mendaur ulang limbahnya agar tidak merusak lingkungan.
          Keempat tujuan bisnis yaitu profit/keuntungan, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, pertumbuhan perusahaan, dan pertanggungjawaban sosial saling terkait, karena keuntungan perusahaan digunakan untuk mempertahankan hidup perusahaan dan menumbuh kembangkan perusahaan serta merupakan bukti pertanggungjawaban sosial perusahaan dalam bentuk memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat.
          Untuk menghasilkan keuntungan dalam bisnis terkandung faktor risiko. Makin tinggi keuntungan yang diharapkan akan semakin besar pula risiko yang dihadapi bisnis perusahaan. Oleh karena itu, faktor risiko perlu diperhitungkan dengan matang dalam menjalankan bisnis tersebut.



 2.4    Mengapa harus belajar bisnis?

Secara umum sebenarnya ada 5 (lima) alasan penting untuk belajar tentang bisnis, yaitu :
  •     Adanya saling ketergantungan baik secara individual maupun sebagai suatu negara.Tidak masalah bagaimana bebasnya kita, hamper semua orang terganttung dengan orang lain, baik pada zaman dahulu yang terkenal dengan istilah barter dalam memenuhi kebutuhannya sampai pertukaran barang yang menggunakan uang dewasa ini. Kita makan nasi dari padi yang diproduksi petani, kita naik kendaraa yang dibuat oleh suatu pabrik, dan membeli bahan bakar di pompa bensin, kita ke kantor atau sekolah yang dibangun oleh para tukang batu, tukang besi, tukang kayu, dan sebagainya. Kita melihat siaran televisi yang diproduksi oleh negara-negara lain, memakai baju buatan tukang jahit atau bahkan produksi luar negeri, dan lain sebagainya. Saling ketergantungan ini semakin meningkat seiring dengan semakin beragamnya kebutuhan dan keinginan manusia.
  •     Adanya peluang internasional. Meningkatnya globalisasi di dalam dunia bisnis telah membuka peluang bisnis. Era baru dunia bisnis dalam pasar internasional memerlukan pimpinan bisnis yang tahu bagaimana memulai, mengoperasikan, dan melanjutkan usahanya. Negosiasi bisnis, joint venture antara perusahaan-perusahaan negara-negara yang berbeda, perjalanan melewati batas negara, investasi antarbatas geografik, dan bekerja di perusahaan asing akan menjai suatu hal yang biasa. Untuk itu kita perlu memahami fungsi-fungsi bisnis.
  •    Usaha untuk mempertahankam dan meningkatkan standar hidup. Alasan lain untuk mempelajari bisnis adalah mempertahankan cara hidup kita. Yang dimaksud dengan standar hidup adalah suatu ukuran tentang seberapa baik seseorang atau keluarga dapat memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan barang dan jasa. Jadi, standar hidup menunjukkan jumlah barang dan jasa yang dipandang rata-rata sebuah keluarga atau individu sebagai suatu kebutuhan. Perkembangan teknologi dan kemampuan suatu perusahaan mengantisipasi kebutuhan manusia diantaranya juga mampu mengubah standar hidup seseorang. Dahulu telepon bukanlah sesuatu yang penting sebagai alat komunikasi, namun sekarang sebagian besar orang menggunakannya sebagai alat komunikasi utama.
  • Adanya perubahan. Bisnis bersifat dinamis, selalu berubah. Mengikuti hal-hal yang dapat diperkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dapat lebih mudah, lebih efisien, dan dapat mengurangi traumatik jika kita memahami bisnis. Harga naik atau turun, bertambahnya produk, kebutuhan yang berubah, jasa-jasa diciptakan untuk memenuhi kebutuhan, pengesahan hokum, dan kejadian-kejadian lain yang tidak terduga merupakan bagian dari sistem bisnis yang dinamis.
  •  Mencegah kesalahpahaman. Memahami bisnis juga akan mencegah kesalahpahaman, kesalahan informasi, dan ketidakakuratan data yang kita terima sebagai sesuatu yang benar. Dengan demikian, akan membantu kita untuk memisahkan fakta dari fiksi dalam isu-isu bisnis.





BAB III



PENUTUP


  3.1    Kesimpulan

v  Bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat.
v Aktifitas manusia yang berkaitan dengan pembelian, penjualan (pertukaran) barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan atau laba.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
  Dari analisis tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam menjalankan suatu bisnis itu adalah hal yang tidak mudah kita harus mengetahui dahulu kompenen-komponen yang ada di dalam suatu bisnis tersebut. Agar kita tidak mengalami kerugian dalam suatu bisnis.


3.2   Saran

Adapun saran yang penulis berikan kepada pembaca, diantaranya :
Ø Para pembaca dapat memahami dan mengenal lebih dalam pentingnya belajar bisnis
Ø Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa mulailah belajar berbisnis dari hati dan secara tekun
Ø Dalam melakukan bisnis sebagai pemula hendaknya kita bertanya-tanya dahulu kepada pembisnis atau pengusaha yang sudah handal dalam melakukan bisnis
  Demikian kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis kemukakan. Semoga kesimpulan dan saran-saran tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Dan penulis mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangannya.






REFERENSI

  •      Pandji Anoraga, S.E., M.M. (2011). Pengantar Bisnis, Jakarta, PT RINEKA CIPTA.
  •      Widaningsih Samsul Rizal (2010). Modul Profesional Bekerja dan Komunikasi Bisnis, Jakarta, Yudhistira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar